Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Posyandu Ngampel Sehat, Pengurusnya Didominasi Pria

adi nugroho • Minggu, 26 Agustus 2018 | 02:51 WIB
posyandu-ngampel-sehat-pengurusnya-didominasi-pria
posyandu-ngampel-sehat-pengurusnya-didominasi-pria



 



 


Posyandu selalu identik dengan perempuan. Tetapi, berbeda dengan Posyandu Ngampel Sehat yang pengurusnya lebih banyak pria. Meski begitu, untuk urusan pelayanan, tetap tak kalah cekatan dengan para perempuan.


 


Iqbal Syahroni


 


Posyandu Lansia itu dibuka di depan SDN Ngampel 1 dan 3. Dibuka mulai pukul 08.00. Sejumlah pria terlihat sibuk menata berkas-berkas dan peralatan pemeriksaan kesehatan.


Para pria itu bukan warga yang sedang membantu kegiatan posyandu. Tetapi, mereka memang menjadi pengurus posyandu yang berada di RW 3 Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto.


Tak ada rasa kikuk, mereka terlihat dengan cekatan menyiapkan keperluan posyandu. “Ada lima pengurus, empat di antaranya laki-laki, yang perempuan hanya bu Hanik ini,” tutur Suwadi, ketua Pengurus Posyandu seraya menunjuk seorang perempuan yang sedang bertugas di bagian pendataan lansia.


Empat pria yang dimaksud adalah Suwadi, Saifudin, Sakiran dan Sucipto. Saifudin ditunjuk sebagai sekretaris, sementara Sakiran ditunjuk sebagai bendahara. Selain mereka ada dua relawan yang kebetulan satu di antaranya juga laki-laki.


Keberadaan para pria di posyandu yang biasanya didominasi pengurus perempuan ini bukan tanpa sebab. Ternyata, posyandu itu terbentuk dari ide Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Ngampel yang sebagian besar pengurusnya adalah laki-laki.


“Awalnya dari inisiatif warga, Mas,” ujar Ketua Posyandu Lansia Ngampel Sehat Suwadi. Inisiatif yang berawal dari rasa kepedulian warga terhadap para lansia untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin.


Pasalnya, di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini sebenarnya sudah memiliki posyandu. Namun, karena jarak dari posyandu tersebut jauh dari jangkauan RW 2 dan RW 3, maka dibentuklah posyandu lansia baru.


Karena pengurusnya pria yang juga harus menjadi tulang punggung keluarga, maka mereka harus pintar-pintar membagi waktu antara bekerja dan pelayanan menjadi pengurus posyandu. Untung saja, sesama pengurus saling memaklumi jika ada anggota pengurus lain berhalangan karena harus bekerja. “Seperti hari ini, ada satu pengurus yang harus bekerja. Tidak bisa datang. Tidak apa-apa,” tutur Suwadi.
          Sejak Maret 2018 lalu, posyandu ini sudah mulai beroperasi. Hal tersebut tentunya disambut baik oleh warga sekitar karena dengan adanya posyandu tersebut mempermudah para lansia di RW 2 dan 3 untuk menuju lokasi posyandu.


Menurut Suwadi, posyandu lansia ini mulai dari pertama kali beroperasi, banyak lansia yang berdatangan. Meski hanya dilakukan satu bulan sekali, namun antusias dari lansia membuat para pengurus Posyandu Lansia Ngampel Sehat terus bersemangat melayani. “Sebulan rata-rata 30-40 lansia yang datang,” ujar Suwadi sambil menunjukkan buku daftar hadir lansia.


Tujuan pembentukan posyandu lansia ini secara garis besar adalah untuk meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, dan mendekatkan pelayanan terhadap lansia.


Ia menambahkan bahwa pendekatan pelayanan oleh posyandu yang dilakukan oleh pengurus adalah untuk meningkatkan peran serta dari masyarakat dalam komunikasi dengan masyarakat usia lanjut di Kelurahan Ngampel. “Khususnya yang berada di RW 2 dan 3,” imbuhnya.


Untuk bangunan, Posyandu Lansia Ngampel Sehat masih menggunakan pelataran lahan milik warung kopi yang berada di depan rumahnya. Karena selain jaraknya yang berada di tengah RW 2 dan 3, Suwadi menjelaskan bahwa tempat tersebut juga gampang diketahui karena berada di depan SD Ngampel.


Suwadi merasa senang dapat membantu para lansia yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan tidak terbentur jarak untuk menuju posyandu pertama di Kelurahan Ngampel. Karena menurutnya, orang akan mengalami penambahan usia, seiring dengan penambahan usia seseorang, kerentanan seseorang terhadap penyakit juga bertambah.


Ia merasa, warga lansia juga bagian dari masyarakat yang harus terus diperhatikan. Maka dari itu, Posyandu Lansia Ngampel Sehat selain melayani lansia yang datang ditempat, mereka juga mengadakan kunjungan ke lansia lain yang memiliki penyakit berat, atau faktor lain seperti tidak ada bantuan untuk mengantar dari pihak keluarga.


Dibantu dengan dokter dari puskesmas atau rumah sakit, Posyandu Ngampel Sehat hingga saat ini masih terus berjalan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendekatan oleh pengurus kepada lansia yang memiliki kendala seperti alat bantu jalan atau sudah tidak memiliki keluarga yang sanggup mengantarkan.

Editor : adi nugroho
#ngampel #kediri #posyandu #mojoroto #pintar #pria #pekerjaan