Bocah kelas 5 SD ini tengah berada di trek untuk meraih cita-citanya, menjadi juara dunia bulutangkis. Meraih supertiket beasiswa bulutangkis dari Djarum Foundation. Muara dari berbagai prestasi yang sudah dia rengkuh selama ini.
M. ARIF HANAFI
Di cabang bulu tangkis di Kota Kediri, Nama Ravi sudah tidak asing. Bocah kelas 5 SDN Sukorame 2 ini sering berdiri di podium juara. Koleksi piala bocah yang disapa Ravi ini sudah tak terbilang. Di antaranya, juara satu Kejurkot Usia Dini Kota Kediri, juara dua Insersio Cup di Malang, juara dua Celcius Cup di Mojokerto, juara 3 Porkot Kota Kediri, dan juara tiga Piala Bupati Pasuruan.
Prestasi terakhir yang rengkuh Ravi adalah lolos seleksi Program Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 tingkat wilayah dua minggu lalu. Menyisihkan ratusan peserta seleksi di kelompok usia 11 tahun. Seleksinya berlangsung di Purwokerto, Jateng.
“Setahu saya, hanya saya yang lolos dari Kota Kediri. Saya mendapatkan supertiket untuk final di Kudus 7-9 September mendatang. Senang sekali. Ini impian saya”, kata Ravi semangat.
Tentu tidak mudah bisa mencapai prestasi seperti yang direngkuh Ravi saat ini. Laiknya atlet prefesional, latihan keras dan disiplin tinggi harus dilewati. Nomor dua dari tiga bersaudara pasangan Sulistyawan dengan Fitriani, yang tinggal di Kelurahan Tamanan ini, memang punya semangat luar biasa. Sehari Ravi harus berlatih minimal 4 jam. Dan itu berlangsung 6 hari dalam semingu. Hanya sehari dalam seminggu dia tak berlatih.
Latihan rutin itu dijalani Ravi di luar kewajibannya sebagai pelajar. Di sela kesibukan latihan yang ketat itu Ravi juga masih rutin mengaji. “Saya datangkan guru privat untuk mengaji Alquran dan belajar agama untuk Ravi,” ujar Fitriani.
Apakah tidak capek dengan segala kegiatan itu? “Saya enjoy saja Mas. Habis seneng sih. Saya pingin jadi juara dunia,” jawab Ravi ketika ditanya soal padatnya jadwal kesehariannya.
Ravi memiliki tinggi badan sekitar 143 sentimeter. Dengan berat badan yang proporsional untuk tinggi itu. Dia terlihat sangat gesit dalam bergerak. Saat memegang raket pun terkesan begitu kokoh. Modal yang sangat pas menjadi seorang atlet bulu tangkis.
Untuk mewujudkan cita-citanya menjadi juara itu, Ravi ingin sekali masuk program Beasiswa Bulu Tangkis Djarum. Saat ini Ravi bergabung dengan klub bulu tangkis lokal Hi Qi Wijaya. Dengan pelatih Coach Teguh Siswanto. Tekad Ravi untuk bisa masuk program beasiswa patut diacungi jempol. Tidak hanya tahun ini. Tahun lalu, Ravi juga ikut seleksi di tiga tempat sekaligus. Di Surabaya, Solo, dan Kudus.
Saat selesi 2017 itu Ravi selalu gagal di pertandingan final. Tentu sudah menyisihkan ratusan peserta lainnya. Bahkan bisa ribuan peserta lainnya kalau digabung di tiga tempat sekaligus. Pertandingan seleksi itu menggunakan sistim gugur. Meski belum lolos, tak sedikitpun menyurutkan semangat Ravi untuk menjajal program beasiswa itu.
Dan kerja keras itu kini terasa terbayar. Dalam seleksi di Purwokerto, 21-23 Juli lalu, Ravi berhasil meraih Supertiket. Tentu dia merasa sangat senang. Impiannya untuk masuk program Beasiswa Bulutangkis Djarum tinggal setapak lagi. Tidak mudah memang, namun semangat Ravi tak pernah padam. “Saat itu saya terharu sekali. Dari segi fisik, lawan Ravi rata-rata lebih besar dan tinggi. Tapi Ravi tak minder. Gerakan dan teknik Ravi lebih bagus dari mereka. Dari non-teknis lawan Ravi lebih siap dengan diikuti offisial profesional. Sedang Ravi hanya berjuang sendiri. Hanya saya yang menemani di bangku penonton,” cerita Fitri saat mendampingi anaknya seleksi.
“Akhir-akhir sebelum seleksi pelatih banyak memberikan tambahan latihan fisik. Tapi latihan teknik juga diajarkan lagi. Karena untuk seleksi saya harus menjalani banyak pertandingan. Agar fisik saya kuat katanya,” ujar Ravi menjelaskan persiapannya untuk ikut seleksi.
Biasanya Ravi memulai latihan usai pulang sekolah. Sekitar pukul 15.00. Kedisiplinannya ini didapat dari ayahnya yang anggota polisi, Aiptu Sulistyawan. Sehari-hari, ayah Ravi adalah Kanit Narkoba Polres Kediri Kota.
Tak hanya itu, selain latihan fisik. Ravi juga rajin menimba ilmu dari para pemain top dunia. Dia suka sekali menonton rekaman atlet-atlet nasional dan dunia lewat Youtube. “Kalau pemain Indonesia saya suka Kevin Sanjaya dan Anthony Sinusika Ginting. Sedangkan dari luar negeri saya sering lihat rekaman pertandingan Lee Chong Wei,” pungkas Ravi. (fud)
Editor : adi nugroho