KEDIRI KABUPATEN – Proses penggalian atau ekskavasi Candi Adan-Adan di Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah sudah usai. Meski begitu, tim dari Arkeologi Nasional (Arkenas) Jakarta masih terus melakukan penelitian.
Setelah menggali data-data di lokasi, kini pihaknya mengolah temuan-temuannya di laboratorium. Beberapa temuan baru pun diketahui di sini. Salah satunya, pecahan fragmen keramik yang ditemukan di candi tersebut adalah keramik Thailand.
Itu seperti diterangkan Sukawati Susetya, ketua tim peneliti Arkenas, untuk ekskavasi Candi Adan-Adan ini. Setelah fragmen dibawa ke Jakarta, ia baru mengetahui bahwa fragmen keramik tersebut adalah buatan dari negeri Thailand.
Hal ini berbeda dengan dugaan awal tentang fragmen tersebut. Yang menyatakan bahwa fragmen keramik yang ditemukan di sekitar titik galian arca Dwarapala adalah keramik buatan Tiongkok. Fragmen diperkirakan dari Dinasti Song. “Dugaan awal saya saat di lapangan ternyata salah. Saat kami teliti ternyata keramik ini buatan Thailand,” ujar perempuan berkerudung yang karib disapa Wati ini.
Dia menerangkan bahwa hal ini diketahui setelah pihaknya memanggil salah satu teman penelitinya dari Jakarta. Peneliti tersebut memang konsentrasi pada benda-benda purbakala, terutama keramik. Dari situlah diketahui bahwa fragmen keramik yang ditemukan dari Thailand.
Walaupun begitu, Wati tidak menjelaskan secara detail bagamiana perbedaan antara keramik buatan Tiongkok dengan keramik buatan Thailand.
Namun dari analisis temannya yang ahli keramik tersebut menyatakan, kecenderungan temuan mereka adalah fragmen keramik Thailand.
“Begitu dipegang dan dilihat dari warna dan bahannya, dia sudah langsung tahu bahwa ini (keramik, Red) dari Thailand. Maklum dia ahlinya,” ujar peneliti asal Purworejo, Jawa Tengah itu.
Wati mengaku, masih terus berupaya mengakuratkan hasil analisisnya tersebut. Sehingga dia masih menunggu second opinion dari ahli keramik lainnya. Untuk meyakinkan bahwa apakah benar fragmen yang mereka temukan di sekitar arca Dwarapala itu dari Thailand atau Tiongkok.
“Kita masih tanyakan pada ahli keramik lainnya. Sehingga ini masih belum absolut dating,” tegasnya.
Dengan mengetahui kemungkinan keramik temuan mereka adalah dari Thailand, Wati dan kawan-kawannya semakin penasaran terhadap Candi Adan-Adan. Dia berharap, ekskavasi yang akan dilakukan tahun depan bisa menemukan pecahan-pecahan keramik lainnya.
“Karena pada ekskavasi kali ini kita hanya menemukan satu pecahan kramik ini saja,” ungkapnya.
Wati menambahkan, dengan ditemukannya fragmen keramik yang diduga dari Thailand ini menunjukkan bahwa Kerajaan Kediri dahulu juga ditandai dengan Candi Adan-Adannya. Sejak lama kerajaan sudah memiliki hubungan khusus dengan negara Thailand. Entah hubungan dari perdagangan hingga pertukaran budayanya.
“Iya, berarti sudah zaman dulu Kerajaan Kediri sudah berhubungan dengan Thailand,” terangnya.
Editor : adi nugroho