KEDIRI KOTA - Warga Kota Kediri benar-benar memanfaatkan keberadaan Taman Sekartaji. Setiap hari, ruang terbuka hijau (RTH) di Kelurahan Mojoroto, KecamatanMojoroto tersebut selalu ramai pengunjung. Khususnya kala weekend ataupun liburan.
“Rata-rata pengunjung setiap harinya mencapai 425 orang. Mulai pagi sampai malam,” terang Didik Catur, kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Menurut Didik, angka tersebut menunjukkan antusiasme tinggi warga kota terhadap keberadaan Taman Sekartaji. Pemanfaatannya pun beragam. Mulai dari untuk bersantai melepas penat, bermain anak-anak, nongkrong bersama teman, berolahraga, bahkan tempat untuk menggelar acara-acara komunitas.
“Ada banyak sekali permintaan untuk menggelar event komunitas di Taman Sekartaji,” tambahnya.
Banyaknya pengunjung taman ini selain desainnya yang menarik juga karena lokasinya yang strategis. Taman seluas sekitar 7 ribu meter persegi tersebut berada di dekat bundaran Sekartaji yang menjadi jalur padat.
Selain itu, di sekitar lokasi juga banyak tempat yang memiliki nilai historis. Seperti Gereja Merah, Markas Polres Kediri Kota, rumah dinas Kapolresta yang punya nilai sejarah, hingga bangunan SMAN 1 dan SMAN 2 yang klasik.
Taman Sekartaji juga dekat dengan area sekolah. Menjadikannya tempat favorit bagi siswa untuk berkumpul mengerjakan tugas di taman tersebut.
“Makanya kita sediakan free wifi untuk menunjang aktivitas warga. Terutama siswa yang ingin mengerjakan tugas di sana,” urainya.
Pihak Pemkot, menurut Didik, kini juga menerapkan aturan ketat. Agar keindahan taman tetap terjaga. Sebab, jumlah pengunjung semakin bertambah dari hari ke hari.
Aturan-aturan tersebut seperti larangan membuang sampah sembarangan, mencorat-coret taman, hingga larangan mendirikan panggung untuk event. “Intinya jangan sampai merusak fasilitas taman demi kenyamanan bersama,” tegasnya.
Di taman tersebut DLHKP terus menyiagakan petugas jaga sekaligus kebersihan. Ada juga CCTV di enam titik. Agar bisa memantau setiap aktivitas warga yang mengarah pada pelanggaran hukum. Seperti tindak asusila atau pesta miras di malam hari.
Rencananya, hari ini Taman Sekartaji akan dilaunching secara resmi oleh Wali Kota Abdullah Abu Bakar. Launching ini menandai tuntasnya pembangunan taman. Sehingga sepenuhnya bisa dimanfaatkan warga kota.
Namun, Didik berharap agar warga kota bisa memanfaatkan tanpa merusak fasilitas umum yang ada. “Harapannya warga bisa sama-sama menjaga dan menaati aturan demi kenyamanan bersama,” pungkasnya.
Editor : adi nugroho