Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mereka yang Gemilang di Ajang School Contest GenZverse LiterAction (1): Ditegur Kurang Kompak, Ujungnya Jadi The Champion

Ayu Ismawati • Kamis, 30 Oktober 2025 | 03:05 WIB

 

JAWARA: General Manager Chafid Suyuti foto bersama pemenang.
JAWARA: General Manager Chafid Suyuti foto bersama pemenang.
Kerja keras, dan juga kritikan, jadi makanan tim SMAN 7 Kediri dua bulan terakhir. Toh, ujung perjalanan mereka berbuah manis. Meraih gelar Best Overall dalam Mading Wars, sekaligu menyabet gelar The Champion.

AYU ISMA, Kota, JP Radar Kediri

Beberapa remaja berseragam berdiri berdekatan. Menyapa ramah setiap pengunjung yang mendekat ke mading 3 dimensi karya mereka. Memberi penjelasan bila ada yang mengutarakan pertanyaan.

Mereka adalah kru mading dari SMAN 7 Kediri. Saat itu mereka memamerkan karya, sebagai peserta School Contest GenZverse 2025: LiterAction. Selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Oktober, bersama teman-temannya yang ikut lomba lainnya, mereka tampil di Final Party. Puncak lomba-lomba antarpelajar yang digelar Jawa Pos Radar Kediri di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG).

Beberapa kali mereka mengarahkan pengunjung memindai barcode, yang mengarah pada situs game. Bukan sembarang permainan, melainkan rangkaian pertanyaan yang mengarahkan pada jejak tokoh ibu guru.

Ada sepuluh soal yang harus dijawab. Tentang teknologi hingga sejarah Kediri. Bungkus berisi tiga jenis makanan ringan jadi hadiah kecil bagi yang bisa menjawab dengan benar.

Ide kreatif, dan eksekusi apik, itu mengantarkan mading mereka menjadi yang terbaik di kelompok SMA. Meraih gelar best overall dalam Mading Wars. Sekaligus jadi kunci meraih gelar juara umum atau The Champion dalam School Contest yang memasuki tahun ke-17 ini. 

“Alhamdulillah, terima kasih. Terbayar sudah usaha anak-anak selama kurang lebih 2 - 3 bulan mempersiapkan dengan sungguh-sungguh masing-masing lomba yang mereka ikuti,” ujar Ilham Athalla, guru SMAN 7 Kediri yang hadir dalam awarding final party, Minggu malam (26/10).

Sekolah yang berada di Jalan Penanggungan ini menorehkan prestasi di empat lomba. Selain Mading Wars, ada Short Video Competition, SC Cup Mobile Legends, dan Modern Dance. 

Begitu master of ceremony (MC) mengumumkan mereka jadi juara umum kegembiraan tak bisa ditahan lagi. Siswa dan guru yang hadir sontak bersorak. Maklum, ini kemenangan perdana mereka di ajang kompetisi antar-pelajar terbesar di Kediri Raya ini. 

Kemenangan itu juga mereka luapkan dengan berjoget bersama di panggung utama. Diiringi musik up beat dari Bend Lancar, yang menjadi guest star malam itu.  

“SMAPTA! Prima.., jaya.., luar biasa!” mereka meneriakkan yel-yel, membakar semangat. 

“Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Apalagi memang anak-anak dengan usaha mereka masing-masing menyiapkan diri untuk kompetisi ini. Bahkan hingga pulang sampai malam,” ungkap guru yang juga pembina mading itu.

Ketua Tim Mading SMAN 7 Kediri Rasya Meiva Rayhana mengungkapkan, salah satu kendala mereka adalah waktu. Apalagi, mereka sempat ganti konsep  ketika final party kurang 1,5 bulan. 

“Seadanya anggota kami maksimalkan. Meskipun harus lembur-lembur terus sampai malam,” ungkapnya. 

Baginya, tantangan berat bukan pada teknis pengerjaan mading yang sangat detail dan penuh dengan ornamen-ornamen. Melainkan justru membangun kekompakan dan kerja sama anggota yang menjadi tantangan besar. Namun itu justru menjadi pengalaman berharga baginya dalam mempersiapkan adik tingkatnya sebagai penerus anggota mading sekolah.  

“Mengarahkan teman-teman yang agak sulit. Apalagi mengontrol emosi masing-masing. Sempat nangis juga karena sulit memahami apa maunya teman-teman. Bahkan dari guru sempat dibilangin kalau timnya ini kurang kompak,” aku pelajar kelas 12 itu. 

Penilaian dari guru itu justru menjadi pelecut semangat bagi mereka. Rasya dan teman-teman ingin membuktikan bahwa mereka mampu menghasilkan karya semaksimal mungkin. 

Hasilnya, sebuah karya mading 3D menjadi masterpiece mereka. Dengan ikon robot berseragam SMA yang dibuat dari bubur kertas dengan kepala berupa layar komputer. Para Generasi Z ini mendefinisikan tema ‘Literasi’ ke dalam lingkup yang familiar dengan kultur generasi mereka. Bahwa pemahaman tentang literasi digital juga sangat dibutuhkan bagi masyarakat di era transformasi digital saat ini. 

“Di mading ini juga kami hadirkan Kabupaten Kediri di masa sekarang dan perubahan di masa depan,” ungkap Puspita Anggraini, maskot mading SMAN 7 Kediri. 

Puspita menambahkan, mayoritas mading itu dibuat dengan bahan daur ulang. Mulai dari kertas hingga karton atau kardus bekas. Termasuk ikon mading berupa robot pelajar yang dibuat dari bubur kertas. 

“Ini juga sebagai wujud kepedulian kami terhadap lingkungan melalui pengelolaan barang-barang bekas,” tandas Puspita.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kediri #school contest #GenZverse #SMAN 7 Kediri #The Championships