Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Puluhan Bajingan Adu Kreatif Menghias Cikar, Ikuti Parade Keliling di Kawasan Simpang Lima Gumul Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 8 September 2024 | 18:06 WIB

 

CANTIK: Parade cikar yang digelar di Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri.
CANTIK: Parade cikar yang digelar di Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Cikar yang biasanya hanya dimanfaatkan sebagai alat transportasi ke sawah, kemarin ‘naik kelas’ dengan mengikuti parade di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).

Para bajingan pun adu kreativitas dalam menghias agar cikar mereka mampu memikat ribuan penonton yang memadati rute pawai.

Start di Balai Desa Sumberejo, Ngasem, total ada 43 cikar yang mengikuti parade. Para bajingan atau pengemudi cikar pun berkreasi untuk mempercantik cikar-cikar mereka.

Tak heran, ada cikar yang dimodifikasi dengan dicat warna-warni. Hingga, ada pula yang menghias cikar mereka dengan berbagai jenis hasil bumi. Hingga, ada cikar yang membawa makanan untuk dibagikan kepada para penonton.

Kreasi puluhan cikar itu berhasil memikat penonton yang memadati jalan sepanjang depan Balai Desa Sumberejo hingga di kawasan SLG. Tidak sedikit yang mengabadikan momentum dengan berfoto bersama cikar yang dianggap paling menarik.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, peserta Parade Cikar tahun ini jauh lebih banyak dibanding dua tahun lalu.

“Sebenarnya juga ada peserta dari luar Kabupaten Kediri tapi belum bisa kami akomodasi,” kata Tutik tentang acara yang kemarin finish di depan kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri itu.

Minat para pemilik cikar dari luar daerah itu, menurut Tutik akan jadi bahan evaluasi penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang. “Mungkin tahun depan akan kami fasilitasi,” lanjutnya.

Untuk diketahui, Parade Cikar tahun ini digelar untuk kali ketiga. Tutik bersama sejumlah pejabat juga mengikuti parade bersama Wakil Bupati Kabupaten Kediri Dewi Mariya Ulfa.

Mereka naik cikar mulai dari Balai Desa Sumberejo hingga di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri.

Di sepanjang rute, Dewi dan sejumlah pejabat menyapa masyarakat dengan melambaikan tangan.

“Ini merupakan upaya untuk nguri-nguri budaya. Cikar ini merupakan kendaraan petani untuk mobilisasi dari dan ke sawah,” kata Dewi.

Adapun sekarang, menurutnya sudah sedikit petani yang memanfaatkan cikar sebagai alat angkut.

Mayoritas sudah menggunakan kendaraan roda empat. Karenanya, Parade Cikar sengaja digelar untuk melestarikan budaya tersebut.

Dewi berharap dengan digelarnya parade kemarin, masyarakat terutama para generasi muda bisa mengenal cikar lebih dekat. Sekaligus bernostalgia merasakan sensasi naik cikar.

“Senang. Saya juga bernostalgia. Ingat dulu waktu kecil naik cikar,” paparnya.

 

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#cikar #kediri #parade #bajingan #event #slg #festival