KEDIRI, JP Radar Kediri- Ekspresi kegembiraan para remaja ini beragam. Ada yang melompat-lompat kegirangan. Ada pula yang berteriak-teriak. Menunjukkan kepuasan mereka bisa mengalahkan lawan-lawannya dalam turnamen game online yang berlangsung di arena School Contest VXI GenZverse : Beyond Creativity, di Convention Hall SLG.
Seperti anggota Unknown Champion, tim dari MAN 2 Kediri, yang memenangi SC Cup Mobile Legend level SMA. Yang tak mampu menutupi kegembiraannya.
“Memang suka ikut turnamen kecil-kecilan,” aku Nuryahya Firman Maulana, sang ketua tim.
Tim yang terdiri dari Nuryahya Firman Maulana, Zaneti An Wildan, Mohammad Ilham Fadhillah, M. Asrul Mujahidin, dan Muhammad Amru Muzaiyin ini memang bermodal pengalaman. Selain mengasah kemampuan dengan berlatih dalam waktu lama, mereka juga sering mengikuti turnamen game online.
Terbentuknya tim ini berawal dari class meeting. Mereka menjadi juara. Membuat para guru melirik mereka untuk mewakili sekolah. Apalagi, para guru juga tahu kebiasaan mereka berlima. Yang selalu bermain ML saat jam kosong ataupun waktu istirahat.
“Karena tahu kebiasaan kami, jadi diikutkan sekalian,” imbuh Ilham sambil terkekeh.
Saat grandfinal mereka sempat kalah poin. Penyebabnya, Muza demam panggung. Untungnya, setelah disemangati, mereka bisa kembali menguatkan formasi. Dan akhirnya berhasil menyusul. Bahkan memenangkan lomba.
“Di awal sempat minder juga karena lawan itu kuat-kuat semua. Terlebih saat musuh dapat poin, suporternya itu bikin down,” kenang Muza.
Hal serupa juga dialami ASTR Master, tim dari SMPN 2 Pare yang meraih gelar juara SC Cup ML kategori SMP. Tim yang beranggotakan M. Fikri Zamzami Sang ketua tim, Kenzie Alvaro Verdian, Romie Yusuf, Rendy Yusuf, Imanuel Sudjio N. K, dan Endru Akbar Wilian Nikola, ini memang sudah berlatih dengan keras. Mereka juga tidak jarang ikut turnamen berkelas nasional.
“Memang sering ikut turnamen,” terang Fikri yang duduk di kelas IX itu. Hal itulah yang memantapkan mereka saat bertanding di School Contest XVI GenZverse: Beyond Creativity. Mereka juga percaya diri bisa menang.
Cerita yang mirip juga dimiliki Mansa X Ina, tim dari MAN 1 Kota Kediri. Mereka meraih gelar juara dalam SC Freefire Battle bukan karena kebetulan. Tapi berkat pengalaman mengikuti berbagai turnamen. Bahkan, tak hanya yang berskala kecil, juga yang berlevel nasional, mewakili Kediri. Di antaranya adalah turnamen Garena Youth Championship (GYC). Beberapa kali mereka meraih gelar juara di turnamen itu.
“Kami juga lolos seleksi nasional GYC di Jakarta Internasinal Veledrome,” terang Muhammad Rio Nugroho, sang ketua tim. Tahun ini, MAN 1 Kota Kediri mengirimkan 2 tim. Satunya, yakni Mansa Reborn, juga diketuai oleh Rio.
Pengalaman di beberapa kali turnamen nasional itu membuat mereka tangguh. Mereka juga bertanding dengan mantap tanpa grogi. “Jadi sebelum main kami sudah evaluasi bareng. Tim kami udah aku kasih tahu kalau main grogi itu hanya sia-sia,” terangnya. Dan benar, juara berhasil mereka raih. Walaupun Mansa Reborn harus mendapatkan di nomor urut 4, namun Mansa X Ina berhasil menjadi juara.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah