KEDIRI, JP Radar Kediri- Ketukan drum Farrel menandai penampilan band pelajar berpersonel lima orang ini. Disusul naiknya sang vokalis, Belva, ke panggung. Membakar semangat penonton yang memenuhi area depan panggung. Bak seorang profesional, penampilan band bernama Hokband ini nyaris tanpa celah. Sempurna. Mendongkrak ekspektasi penonton pada band yang tampil pertama di kategori SMA Band Competition School Contest XVI-GenZverse 2024, Sabtu (20/7) lalu.
Berpakaian serba hitam, band beraliran rock progresive itu membawakan tiga lagu. Symponi yang Indah-yang biasa dinyanykan Once Mekel-jadi lagu pembuka. Faiz Rifqi-sang keyboardist-memimpin di melodinya. Semakin masuk ke dalam lagu, Among Pradana memukau penonton dengan penampilan solo gitarnya. Disusul permainan bass yang apik dari Gleam membuat suasana Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) siang itu pecah.
“Karena tampil pertama, kami justru lebih khawatir dengan sound system-nya. Karena biasanya peserta pertama itu jadi tumbal sound system,” kelakar Awong, sapaan sang gitaris.
Beruntung, tak ada kendala dalam penampilan mereka siang itu. Sebaliknya, aksi mereka itu mengantarkan menjadi juara dalam School Contest XVI-GenZverse 2024. Sekaligus menandai hattrick bagi sekolah mereka. Di gelaran yang sama sebelumnya, SMAN 3 Kota Kediri itu meraih predikat serupa di 2022. Kemudian jadi runner up di 2023.
Penampilan yang keren itu masuk akal jika ditelisik. Masing-masing dari mereka merupakan musisi di luar sekolah. Jam terbang di festival-festival musik tidak diragukan lagi.
“Kami sebagai Hokband dengan formasi ini pertama kali tampil di festival UNP Maret atau April lalu. Baru ini (School Contest, Red) yang kedua,” ujar Faiz Rifqi menambahkan.
Pelajar yang akrab disapa Bobby itu mengatakan, penampilan mereka juga didukung aransemen lagu yang mereka olah selama kurang lebih dua minggu sebelum tampil. Awong jadi yang pertama menyampaikan ide aransemen lagu. Teman-teman yang lain kemudian menyesuaikan dengan kemampuan dan preferensi masing-masing.
“Mungkin juga keunggulannya di sini, kami bisa leluasa berkreasi dengan aransemennya. Bukan didikte pembina atau guru. Tapi dari kami sendiri yang membuat dan teman yang lain memberi pendapat sesuai kemampuan masing-masing,” bebernya.
Meski sudah punya jam terbang yang tinggi, bukan berarti mereka santai menghadapi babak final. Kekhawatiran muncul karena lagu kedua dan ketiga yang dipersiapkan dalam waktu kurang dari 24 jam. Penyesuaian terhadap durasi waktu tampil jadi hal yang menantang bagi pelajar berusia 17 – 18 tahun itu.
“Lagu yang kedua dan ketiga itu akhirnya kami medley. Dan latihannya baru paginya jam 07.00. Nggak sampai dua jam,” beber Awong.
“Habis itu jam 10.00 kami langsung berangkat ke lokasi,” imbuh Gleam, sang bassist.
Perjuangan meraih gelar juara juga dirasakan oleh Phoenix Band. Band asal SMPN 1 Kota Kediri itu berhasil membawa pulang gelar juara setelah menyisihkan finalis lainnya.
Band beranggotakan Seanly, Jiemly, Azmy, Azka, Jocellin, dan Agatha itu bukan dari ekskul band seperti peserta lainnya. Mereka merupakan sekumpulan teman yang punya hobi yang sama di bidang musik.
“Awalnya itu dari saya yang temenan sama Joce dari TK. Akhirnya ketemu lagi di SMP dan ngajak ‘ayo bikin band yuk’,” ujar Azmy, sang drummer.
Untuk menghadapi babak final Sabtu lalu, persiapan selama satu bulan mereka lakukan. Mulai dari waktu liburan hingga mendekati kompetisi. Bahkan selama liburan, hampir setiap hari mereka latihan untuk mempersiapkan diri.
“Tapi mulai intens latihan setelah masuk sekolah. Waktu pulang sekolah masih ada waktu sedikit, kita sempatkan latihan,” imbuh pelajar berusia 14 tahun itu.
Tahun ini merupakan tahun ketiga mereka mengikuti event kreativitas pelajar terbesar se-Eks Karesidenan Kediri itu. Tahun lalu, band beranggotakan enam personel itu juga berjaya di event yang sama.
“Inginnya setelah lulus SMP masih sama-sama terus. Masih bisa tampil di festival atau lomba yang umum,” harap Joce, personel lainnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah