KEDIRI, JP Radar Kediri – Nomor induk siswa nasional (NISN) jadi bahasan krusial dalam zoom meeting Kompetisi Akademik Jawa Pos Radar Kediri (JPRK) 2024 kemarin. Sebab, data ini tidak hanya untuk syarat pendaftaran peserta kegiatan penguatan literasi dan numerasi di bidang pendidikan tersebut. Namun juga untuk login atau mengakses lembar jawab komputer (LJK) digital.
Pada tahap penyisihan, 19 Juni nanti, Eko Rusandi, panitia dari tim teknologi informasi (TI) Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) Neutron Yogyakarta, menyatakan, NISN untuk akses LJK harus sama dengan yang diisikan ketika awal mendaftar dahulu. Jika berbeda, peserta tidak dapat membuka link (tautan) untuk mengisikan jawabannya.
“Karena itu, pengisian NISN harus benar dan valid sejak awal (saat pendaftaran kompetisi akademik),” ujarnya didampingi Fandi Gunawan, sesama pemateri dari TI Neutron pusat, dalam acara sekitar pukul 09.00 itu. Kegiatan kemarin dihadiri perwakilan guru dan operator sekolah/madrasah (SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK) dari Kabupaten/Kota Kediri dan Nganjuk.
Eko menegaskan, peserta dilarang melakukan pendaftaran dan mengakses LJK digital menggunakan NISN yang bukan miliknya. Bahkan, kesengajaan ini dapat berakibat fatal. “Kesalahan penulisan NISN, baik pada saat pendaftaran maupun ketika mengakses LJK digital bisa berakibat diskualifikasi dari kompetisi akademik,” paparnya.
Demi menghindari hal tersebut, Eko meminta peserta agar memastikan kembali identitas yang tercantum pada menu Info LJK digital. Terutama untuk menyesuaikan dengan nama masing-masing peserta. “Jadi setelah berhasil login dan bisa mengakses LJK, segera pastikan dulu data identitas kita,” pintanya.
Agar pengerjaan soal lancar, Eko mengingatkan agar ponselatau laptop yang akan dipakai untuk mengerjakan soal kompetisi akademik dalam keadaan ready atau siap pakai. Selain itu, peserta harus memeriksa isi atau kapasitas baterai. “Sebaiknya diisi dulu sampai penuh,” pesannya.
Setelah paparan Eko, Fandi melanjutkan dengan melakukan simulasi mengisi jawaban di LJK digital. Dia mempraktikkan cara masuk dan membuka link lembar jawab digital. Kemudian, mencoba memilih satu dari alternatif jawaban pilihan ganda. “Di LJK ada judul Akses Kuis. Di sini data identitas wajib diisi. Termasuk data isian NISN harus benar. Selain itu, data nama dan asal sekolah pun harus diisi,” paparnya.
Manajer Pemasaran JPRK Heri Muda Setiawan dan Mu’alawi Suarman, panitia kompetisi akademik dari LBB Neutron Yogyakarta, yang hadir dalam Zoom Meeting di kantor koran ini menyatakan hal senada. Mereka mengingatkan agar peserta tidak keliru memasukkan data. “Pastikan NISN terdiri dari 10 digit angka. Ini untuk memudahkan masuk link LJK dan memperlancar mengerjakan soal,” jelas Heri.
Direktur JPRK Kurniawan Muhammad yang juga bergabung di Zoom Meeting mengungkapkan, tujuan kompetisi akademik adalah untuk meningkatkan literasi dan numerasi di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini juga sebagai sarana berlatih anak didik mengasah kemampuan akademiknya.
Selain itu, menurut Kurniawan juga ada aspek pendidikan karakter. Sebab, di tahap penyisihan peserta bebas mengerjakan soal di sekolah/madrasahnya. “Kami berasumsi, mereka mengerjakan sendiri sesuai kemampuannya.” ujarnya.
Para peserta yang tersaring nanti akan dikumpulkan dan diuji kembali di tahap final. Di babak inilah, pengerjaan soal baru benar-benar diawasi. Dengan mekanisme ini akan terlihat, apakah anak didik mengerjakan soal dengan jujur atau tidak. “Sehingga nanti akan ketahuan yang mengerjakan dengan kemampuan sendiri dan yang tidak,” terang pria yang akrab disapa Kum ini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah