KEDIRI, JP Radar Kediri — Peluang peserta didik mengikuti Kompetisi Akademik 2024 masih terbuka. Untuk memudahkan calon peserta, pendaftaran bisa dilakukan secara mandiri atau perseorangan, maupun kolektif melalui satuan pendidikan masing-masing. Termasuk, pembayaran pendaftaran yang juga bisa melalui dua mekanisme tersebut.
Ketua Panitia Kompetisi Akademik 2024 Jawa Pos Radar Kediri Endro Purwito mengatakan, pembayaran pendaftaran bisa melalui Bank Mandiri di rekening PT Kediri Intermedia Pers dengan nomor rekening 1440004207723.
“Setelah transaksi pembayaran jangan lupa mencantumkan nama lengkap siswa yang didaftarkan dan asal sekolah. Selain itu, untuk pendaftaran juga jangan lupa mengisi data NISN (nomor induk siswa nasional, Red) yang benar,” ujar Endro.
Adapun pembayaran pendaftaran di setiap jenjang berbeda. Endro memaparkan, untuk jenjang SD/MI, biasa pendaftaran Rp 15 ribu. Kemudian, Rp 25 ribu untuk jenjang SMP/MTs, serta Rp 30 ribu untuk jenjang SMA/MA/SMK.
“Nanti setiap peserta akan mendapatkan lembar soal yang termuat dalam koran Jawa Pos Radar Kediri. Setelah itu, siswa bisa menuliskan jawaban melalui LJK (lembar jawaban komputer, Red) yang ter-install di handphone masing-masing,” tandasnya.
Untuk memastikan olimpiade dengan sistem hybrid itu berjalan lancar, nantinya panitia juga akan menggelar trial system. Uji coba sistem yang diagendakan pada pertengahan Juni itu bertujuan untuk memastikan peserta dan sistem siap secara teknis. “Jadi kami pastikan peserta juga sudah paham dengan mekanismenya sebelum memasuki babak penyisihan nantinya,” lanjut Endro.
Baca Juga: Kediri Beauty Fest 2024 Akan Segera Hadir di Kediri Town Square di Bulan Mei
Sebelumnya, Kompetisi Akademik 2024 ini mendapat dukungan berbagai pihak. Salah satunya dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri. Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Kabupaten Kediri Abdullah Rosyaad mengatakan, melalui Kompetisi Akademik, siswa bisa mengukur kemampuannya di bidang akademik.
“Ini bisa menjadi acuan dan tolok ukur madrasah untuk menilai siswanya bisa masuk ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Rosyaad. Dengan kapabilitas siswa mengukur kemampuan akademiknya itu, maka kesempatan siswa berkompetisi pun semakin besar. Khususnya di mata pelajaran tertentu.
“Agar ada kesempatan untuk berkompetisi dan melihat seberapa besar kemampuan anak-anak,” lanjutnya sembari menyebut, Kompetisi Akademik juga bisa menjadi sarana kolaborasi kemenag dalam meningkatkan mutu pembelajaran siswa.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah