KEDIRI, JP Radar Kediri - Rangkaian Ekspedisi Penyelamatan Mata Air dan Penghijauan Jawa Pos Radar Kediri terus berlanjut. Kamis lalu (8/2), puluhan relawan melakukan penanaman di Sumber Domulih di Desa Pamongan, Mojo. Mereka adalah siswa pecinta alam (sispala) Cadar Flora dan Fauna Club (CFFC) SMAN 1 Kandat, Perhutani RPH Pamongan, dan berbagai elemen masyarakat.
Sedikitnya ada 150 bibit pohon yang disebar di kawasan lereng Gunung Wilis itu. Para relawan yang mayoritas pelajar itu memulai ekspedisi dengan berjalan selama 30-45 menit. Lereng bukit yang masih gundul dan kawasan mata air jadi sasaran utama.
“Dibantu teman-teman dari Perhutani, kami menanam sesuai petunjuk yang diarahkan. Di titik-titik yang memang membutuhkan penghijauan,” ujar Endyk Cahyo Semedi, koordinator penghijauan di Sumber Domulih.
Ratusan bibit pohon itu ditanam di titik yang tersebar di kawasan mata air tersebut. Dengan harapan, penghijauan itu bisa membantu melestarikan sumber air di masa depan. Tak hanya di kawasan mata air, penghijauan kemarin juga menyasar lereng-lereng Gunung Wilis tersebut. Itu dilakukan sebagai salah satu cara untuk mencegah longsor yang rawan terjadi di kawasan pegunungan.
“Kita tanam di perengannya juga. Karena memang letak sumbernya ada di jurang. Takutnya kalau longsor, bisa menutup dan menyumbat mata airnya,” tandasnya.
Kegiatan penanaman pohon di kawasan sumber air itupun disambut antusias oleh masyarakat setempat. Menurut Endyk, dengan melibatkan elemen masyarakat diharapkan kesadaran akan pentingnya melestarikan lingkungan ikut terbangun.
“Biasanya masyarakat cuek dengan kegiatan seperti ini. Tapi kali ini masyarakat sangat antusias membantu,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah