Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jawa Pos Sinergi Forum Literasi Beri Edukasi Pedagang Pasar di Uniska

Ayu Ismawati • Rabu, 22 November 2023 | 17:20 WIB

LINDUNGI PEDAGANG: Rektor Uniska Bambang Yulianto (3 dari kiri), Direktur Keuangan BRI Insurance Sony Harsono (4 dari kiri), CEO Jawa Pos Media Leak Kustiyo (5 dari kiri), Wabup Dewi Mariya Ulfa (teng
LINDUNGI PEDAGANG: Rektor Uniska Bambang Yulianto (3 dari kiri), Direktur Keuangan BRI Insurance Sony Harsono (4 dari kiri), CEO Jawa Pos Media Leak Kustiyo (5 dari kiri), Wabup Dewi Mariya Ulfa (teng

KEDIRI, JP Radar Kediri–Para pedagang dan pelaku UMKM di Kediri Raya masih belum terbebas dari jerat kejahatan keuangan. Untuk memutus rantai tipu daya itu, Jawa Pos bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasifkan sosialisasi keuangan. Termasuk meningkatkan literasi keuangan, di antaranya di ranah asuransi.

Melalui Jawa Pos Sinergi Forum Literasi yang bertajuk Sinergi dan Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Lintas Sektoral – Peran dan Fungsi Asuransi untuk Keamanan Bisnis dan Kesejahteraan Pedagang Pasar dan UMKM, ratusan pedagang pasar dipertemukan dengan stakeholder terkait di Aula Gedung E Universitas Islam Kadiri (Uniska) kemarin. Di sana, mereka diberi pemahaman tentang pentingnya asuransi. Salah satunya untuk menekan kerugian saat terjadi musibah yang tidak diinginkan.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang kemarin diwakili Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa menuturkan, di Kabupaten Kediri masih banyak kasus kejahatan keuangan yang menjerat pedagang pasar. Salah satunya, kasus Sugih Berkah Trade yang merugikan ratusan orang dengan kerugian puluhan miliar.

“Selain pedagang, banyak juga guru-guru honorer yang kena. Semoga bisa jadi pelajaran bagi masyarakat Kabupaten Kediri. Dan harus banyak sosialisasi supaya tidak makin banyak korban lagi,” pintanya.

Baca Juga: Hari Ini Babak Penyisihan Festival Colour Kids Kemenag Kabupaten Nganjuk

Ia juga menegaskan, saat ini masih banyak pedagang pasar yang tidak menggunakan asuransi. Padahal, asuransi penting untuk menekan kerugian saat terjadi musibah yang tidak terduga. Ia mencontohkan, kebakaran yang terjadi di Pasar Ngadiluwih dan Pasar Gringging beberapa waktu lalu. “Kalau pedagang tidak punya asuransi, tidak bisa mengklaim. Hanya bisa bergantung pada bantuan pemerintah yang terbatas,” sambungnya.

Kepala kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri Bambang Supriyanto menambahkan, saat ini tingkat literasi masyarakat masih lebih tinggi dibanding tingkat inklusi keuangan. Artinya, pengguna asuransi masih jauh lebih sedikit dibanding pemahaman masyarakat tentang literasi asuransi.

“Ini berbanding terbalik dengan secara umum bahwa tingkat inklusi keuangan lebih tinggi, namun literasinya masih rendah,” tandasnya. Fenomena tersebut menurut Bambang juga terjadi di Kediri. Masyarakat masih harus diedukasi tentang literasi keuangan agar tidak terus dirugikan terkait penggunaan produk jasa keuangan.

“Misalnya jangan sampai menjadi korban investasi bodong atau pinjol (pinjaman online) ilegal. Kalaupun pinjol harus yang resmi dan secukupnya. Sesuai kebutuhannya,” paparnya.

Baca Juga: Seminar Sinergi Forum Literasi Jawa Pos: Lindungi Pedagang dan UMKM dari Kejahatan Keuangan

Sementara itu, CEO BRI Insurance Budi Legowo menjelaskan, berdasarkan data dari OJK pada 2022, tingkat literasi jasa keuangan di sektor asuransi baru mencapai 31 persen. Sedangkan tingkat inklusi keuangannya justru masih di tingkat 16 persen.

“Memang challenge juga untuk kita agar terus melakukan upaya supaya masyarakat paham atau sadar bahwa risiko bisa terjadi kapan saja. Dan jika itu terjadi, bisa menggangu perencanaan keuangan,” urainya.

Budi menambahkan, di 2023 ini pelaku UMKM yang telah memegang polis asuransi sudah mencapai 10 juta peserta. Dengan penyebaran informasi dan akses yang masif, targetnya diharapkan akan ada 13-14 juta pelaku usaha yang sudah bisa terlindungi bisnisnya.

“Indonesia berada di wilayah Indo Pasifik yang kita kenal dengan ring of fire. Ini jadi salah satu pencetus gagalnya suatu perencanaan keuangan. Tahun lalu gempa tercatat 10 ribu lebih di Indonesia. Belum lagi gunung meletus. Pada saat ini terjadi, mudah-mudahan UMKM bisa tetap tegar dan menjalankan profesinya,” harapnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pedagang #edukasi #sinergi #jawa pos