Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penjurian Hari Kedua Anugerah Peternak Milenial Kabupaten Kediri, Ini Salah Satu Inovasinya

Andhika Attar Anindita • Selasa, 8 Agustus 2023 | 16:58 WIB

 

PENJURIAN: Tim juri Anugerah Peternak Milenial melakukan kunjungan ke peternakan burung puyuh milik Dhani Mardhika di Desa Sumberbendo, Pare kemarin.
PENJURIAN: Tim juri Anugerah Peternak Milenial melakukan kunjungan ke peternakan burung puyuh milik Dhani Mardhika di Desa Sumberbendo, Pare kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Observasi kandang hari kedua Anugerah Peternak Milenial memberikan banyak kesan positif bagi tim juri. Keempat peserta yang didatangi menunjukkan inovasi terbaiknya. Masing-masing peternak memiliki keunggulan yang memukau juri.

Seperti Dhani Mardhika, peternak burung puyuh di Desa Sumberbendo, Kecamatan Pare. Dia menerapkan sistem peternakan semi-closehouse dengan pembersih kotoran semi-otomatis menggunakan conveyor dan biogas. “Kotorannya kami olah menjadi biogas,” ujar Dhani kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.

Dengan menerapkan sistem itu, Dhani mengaku mendapatkan banyak keuntungan. Seperti peningkatan kualitas ternaknya. Rata-rata produksi ternak miliknya mencapai Rp 50 juta. Sedangkan biogas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangganya. “Jadi saya sudah tidak ketergantungan dengan elpiji. Tidak bingung-bingung lagi,” tutur Dhani.

Inovasi tidak kalah menarik disuguhkan oleh Hariono, peternak sapi perah asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Puncu. Dia dan istrinya mengembangkan mesin perah. Tidak hanya itu, mereka juga memanfaatkan limbah bonggol nanas sebagai pakan ternaknya.

Sumber pakan tersebut didapat dari kawasan sekitar rumahnya. Mereka tidak perlu membayar untuk itu semua. Mereka bekerja sama dengan petani nanas. Dengan begitu, mereka dapat menekan ongkos produksi.

“Limbahnya daripada dibuang saya minta untuk pakan. Hasil untuk produksi susu juga bagus,” aku Hariono. Selanjutnya dua peternak lain yang didatangi tim juri adalah Samudi asal Desa Tirulor, Kecamatan Gurah dan Handono asal Desa Brumbung, Kecamatan Kepung. Tidak kalah menarik, inovasi yang mereka terapkan juga mampu menarik perhatian tim juri.

Menurut Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Agung Joko Retmono. Agung yang turut mengikuti observasi kandang merasa kagum dengan inovasi para peternak. “Keren-keren mereka. Inovasinya dari hulu sampai hilir,” tandasnya.

Lomba yang digelar DKPP Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Kediri ini memiliki tiga tahapan. Setelah dilakukan seleksi administrasi, wawancara dan selanjutnya ditutup dengan seleksi lapangan. Para pemenang berhak mendapatkan piala, uang jutaan rupiah dan piagam penghargaan. Besok merupakan observasi kandang hari terakhir.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#peternak #Inovasi #Peternak Milenial #ternak