“Kuncinya adalah pikiran yang positif,” kata pria yang akrab disapa Kum itu. Mengutip quotes dari Perdana Menteri (PM) Inggris Margaret Thatcher. Yakni, kesuksesan seseorang dibangun oleh karakter. Karakter dibangun oleh kebiasaan. Kebiasaan dibangun oleh perbuatan. Perbuatan dibangun oleh perkataan. Dan, perkataan dibangun oleh pikiran.
Di depan anak-anak, pria yang tinggal di Malang itu mengaku menerapkan perkataan Margaret Thatcher tersebut. Karenanya, dia bisa berada di posisinya sekarang.
“Jadi memang, dari awal kunci untuk merawat optimisme dan melawan kemustahilan itu adalah pikiran positif dari diri sendiri,” paparnya sembari membagikan buah pikiran positif sejumlah pengusaha kenamaan.
Seperti Colonel Sanders dengan franchise KFC miliknya. Kemudian, Richard Benson yang merupakan CEO Virgin Air. Hingga Nadiem Makarim dengan ide Gojek-nya.
Jika anak-anak terus merawat optimisme dengan berpikiran positif, menurut Kum mereka sudah dekat dengan kesuksesannya. Terutama jika para siswa bisa mengambil step selanjutnya. Yakni, menetapkan tujuan, terus berikhtiar, tekun, dan memperbanyak jaringan. “Juga harus berpikir sustainable growth,” jelas Kum.
Tak hanya memotivasi ratusan siswa SMAN 1 Kandat, Kum juga membagikan sejumlah doorprize bagi anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan. Sesi tanya jawab ini langsung disambut antusias para peserta.
Terpisah, Kepala SMAN 1 Kandat Lukijan mengaku sangat bersyukur murid-muridnya bisa mendapatkan ilmu baru. “Semoga murid-murid juga menjadi pribadi yang mandiri, berinovasi, dan tangguh berkompetisi. Apalagi mendapatkan ilmu baru tentang mencapai cita-cita dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa,” terang Lukikan sembari menyebut hal itu sesuai moto sekolah, Punya Bakat untuk Hebat.
Lebih jauh Lukijan menerangkan, guru SMAN 1 Kandat juga bisa menjadi sumber pembelajar yang mampu menjadi fasilitator, pembimbing, motivator, dan evaluator. Editor : Anwar Bahar Basalamah