Air di Embung Guworejo berasal dari Sumber Kucur. Dibangun pada 2016 silam, embung memang difungsikan untuk memenuhi kebutuhan irigasi serta dimanfaatkan warga untuk mandi dan air minum. Embung yang berada satu lokasi dengan Gua Rejo ini bisa mengaliri sungai sepanjang 2,2 kilometer.
Menurut Juru Kunci Embung Guworejo Muslimin, embung yang kini bisa dimanfaatkan warga untuk irigasi itu berasal dari sumber yang kecil. “Di hulunya, air embung ini berasal dari Sumber Kucur. Air yang keluar dari sumber itu hanya sebesar lubangnya rokok filter,” katanya.
Meski demikian, aliran dari sumber Kucur itu semakin membesar sampai ke embung. Jarak embung ke Sumber Kucur sekitar 800 meter. Yang membuat warga takjub dengan Sumber Kucur adalah airnya tidak pernah berhenti mengalir meski kemarau panjang.
Seingat Muslimin, Sumber Kucur hanya pernah berhenti mengalir pada 1997. Saat itu, warga memasang pipa di sumber air lalu mengalirkannya ke rumah-rumah warga. “Panjangnya lebih dari 1,5 kilometer, dipakai buat minum,” kenang pria berusia 40 tahun itu kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Saat itu, air yang dialiri lewat pipa menjadi rebutan. Situasinya menjadi tidak terkendali. Apalagi ada yang nekat melakukan sabotase hingga menyebabkan alirannya tersendat dan tidak semua kebagian.
Keadaan itu membuat masyarakat berkonflik. Anehnya, sumber yang dikenal warga tidak pernah berhenti mengeluarkan air ini langsung berhenti mengalir. “Karena sumbernya dianggap sudah tidak ada airnya, pipa yang mengaliri air itu terpaksa dibongkar,” beber bapak dua anak itu.
Namun, setelah semua pipa dibongkar, secara ajaib sumber Kucur kembali mengeluarkan air. Karena alirannya semakin membesar maka diusulkan untuk membuat embung. Hingga kini, air di embung itu tidak pernah surut. Kedalaman air embung bisa sampai 12 meter.
Warga menyebut Embung Guworejo ini angker karena sudah memakan korban. Sejak diresmikan pada 2017 lalu sempai sekarang, sudah ada tiga orang yang meninggal di lokasi tersebut. Rata-rata mereka berusia remaja dan dewasa. Sekarang embung ini lebih banyak dimanfaatkan warga untuk memancing. Editor : Anwar Bahar Basalamah