Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Punya Ilmu Pancasona, Tubuh Boncolono Dimakamkan Terpisah

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 29 September 2022 | 17:38 WIB
PERLU PERAWATAN: Anak tangga menuju makam Boncolono sudah mulai rusak, kondisi pintu gerbang juga memprihatinkan. (Foto: Rekian)
PERLU PERAWATAN: Anak tangga menuju makam Boncolono sudah mulai rusak, kondisi pintu gerbang juga memprihatinkan. (Foto: Rekian)
Makam Boncolono di bukit Maskumambang terkait erat dengan makam Ki Ageng Gentiri di Ringin Sirah, selatan Kediri Mall. Meski namanya berbeda, dua makam itu konon berisi jasad Boncolono yang harus dipisah karena dia memiliki ilmu Pancasona.

Pegiat Komunitas Budayawan Eling Handarbeni Hangrungkepi Upaya Madya (Edhum) Kota Kediri Achmad Zainal Fachris mengungkapkan, kisah Boncolono pada masa penjajahan Belanda itu cukup panjang. Ini tak lepas dari kiprahnya merampas harta mereka untuk kemudian dibagikan kepada warga.

Meski pernah berhasil ditangkap, Robin Hood versi Jawa itu selalu berhasil meloloskan diri. Suatu kali, Boncolono yang tertangkap hendak dieksekusi mati. Tetapi, senapan tidak bisa membunuhnya.

Penjajah Belanda yang frustrasi konon mencari cara lain untuk membunuhnya. Dari sana mereka mendapat informasi jika Boncolono memiliki kesaktian. “Ia (Boncolono, Red) memiliki ilmu pancasona,” terang Fachris.

Orang yang menguasai ilmu tersebut tidak bisa mati dengan mudah. Agar bisa mati, setelah dieksekusi tubuh orang yang menguasai ilmu pancasona tidak boleh menyentuh tanah. Cara itu dianggap mustahil untuk dilakukan.

Karenanya, penjajah memilih metode lainnya. Yakni, memisahkan tubuh Boncolono menjadi dua bagian. “Ketika dipisah, tubuhnya harus melewati sungai. Sekarang dibatasi Kali Brantas,” urai Fachris.

Bagian leher sampai kakinya dimakamkan di bukit Maskumambang. Sedangkan bagian kepalanya dibawa ke tempat di timur Sungai Brantas. Dimakamkan di bawah pohon beringin yang sekarang disebut Ringin Sirah. Di samping pusara ada tulisan Ki Ageng Gentiri.

Berbeda dengan makam Boncolono, makam Ki Ageng Gentiri di Ringin Sirah ini tertutup. Menurut Ahli Muda Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kota Kediri Endah Setyowati, lahan makam merupakan milik swasta. “Itu asetnya punya GG (PT Gudang Garam Tbk, Red),” katanya.

Sementara itu, makam Boncolono yang fasilitasnya dibangun Pemkot Kediri pada 2004 lalu, sekarang sudah mulai rusak. Kerusakan terlihat di beberapa anak tangga, hingga besi pembatas di tengah anak tangga.

Kerusakan juga terlihat di papan gerbang makam. Begitu juga pagar keliling di bagian dalam banyak yang sudah pecah. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ekspedisi selingkar wilis #berita terkini #seputar kediri #gunung wilis #kediri #kabar kediri terkini #info terbaru kediri #info kediri #viral kediri #berita terbaru #berita kediri terbaru #berita kediri terkini #wilis #ilmu pancasona #kediri lagi #bencolono #berita viral kediri #nganjuk #kabar kediri #kediri news #selingkar wilis