Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pleci, Burung Khas Wisata Besuki

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 29 Agustus 2022 | 17:37 WIB
(Foto: Rekian)
(Foto: Rekian)
Selain lumut hati, kawasan wisata Irenggolo juga jadi habitat burung pleci. Burung yang mulai langka ini banyak jadi incaran pemburu karena suaranya yang khas.

Di hutan-hutan lereng Gunung Wilis, puluhan spesies burung yang hidup. Salah satunya adalah pleci, si burung berkicau yang bunya banyak varian. Ada yang masuk opior Jawa (Helea Javanica), kacamata Jawa (Zosterops Flavus), kacamata sangihe (Zosterops nehrkoni), dan kacamata wallacea (Helea Wallacei). Jenis pertama, opior Jawa, yang paling banyak ditemui di kawasan Wilis.

Yang hidup di kawasan Irenggolo, unggas yang juga disebut burung kacamata ini punya ciri khas. Khususnya pada mata. “Bentuk garis hitam di mata burung pleci (di Irenggolo) lebih panjang,” terang Tutut Indah Sulitiyowati, dosen jurusan Biologi Universitas Nusantara PGRI Kediri.

Jenis burung ini mulai langka. Keberadaannya dilindungi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 07/1999. Agak berbeda dengan burung kacamata yang lain. Meskipun sama-sama dilindungi tapi diatur oleh Peraturan Menteri LHK Nomor P 20/2018 dan Permen LHK Nomor P 92/2018.

Sebagai burung berkicau, pleci punya morfologi yang menarik. Tubuhnya mungil, hanya 13 sentimeter. Berbentuk bulat telur dengan bulu lebat di dada dan leher. Berwarna hijau zaitun yang mendominasi bagian atas tubuh, mulai kepala hingga ekor. Sedangkan tenggorokan dan dada berwarna abu-abu. Ada warna kuning pucat di bagian perut. Paruh dan kaki burung endemik Jawa dan Bali ini berwarna hitam dengan ekor berukuran sedang.

Lingkar mata putih dengan iris mata cokelat yang mencolok. Ciri itu yang menjadi pembeda dengan pleci daerah lain.

Tim dari UNP mencatat ada 20 jenis burung yang hidup di kawasan Irenggolo. Seperti sikatan biru-putih yang sumber makanannya adalah kumbang, tawon, dan buah-buah kecil. Ada juga caladi ulam yang sumber makanannya serangga kecil. Satu lagi adalah cabai Jawa, burung berwarna cerah berkepala oranye yang makanannya benalu, biji-bijian, dan serangga kecil. Ada pula Perkutut Jawa, Jinjing Batu, Layang-layang batu, dan Brinjing Gunung Jawa.

Satu lagi adalah betet kelabu. Burung ini sebarannya sampai Filipina, Malaysia, India, hingga Tiongkok. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita terkini #kawasan Selingkar Wilis #ekspedisi wilis #seputar berita terbaru #info kediri #berita terbaru #kediri raya #kediri news #seputar berita terkini