Pada 2012-2013 lalu, akademisi dari Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri melakukan inventarisasi lumut terestrial di kawasan wisata air terjun Irenggolo. Mereka menemukan sepuluh jenis lumut. Enam di antaranya kelompok Marchanticae. Sisanya terbagi rata antara jenis anthocerotae dan Musci.
Penelitian yang dilakukan Agus Muji Santoso, dosen Biologi UNP Kediri, bersama dengan timnya itu mendapatkan beberapa jenis lumut yang biasa dipakai untuk obat. “Ada jenis Marchantia Polymorpha (kelas Hepaticae atau Lumut Hati, Red) bermanfaat sebagai obat radang hati,” jelasnya.
Banyaknya jenis lumut di Irenggolo itu menurutnya penting menjadi tumpuan keanekaragaman flora. Sepuluh jenis lumut yang ditemui di Air Terjun Irenggolo itu adalah Marchantia Polymopha, Marchantia Streimannii, Reboulia Hemisphaerica, Aneura sp, Marchantia Geminata, Bazzania sp, Pogonatum Neesii, Aulacomium Hetero Distichum, Phaeoceros Laevis, dan Phaeoceros.
Masing-masing memiliki peran dan fungsi yang berbeda. Seperti yang diungkapkan Tutut Indah Sulitiyowati, keberadaan lumut itu tidak hanya dipakai untuk pengobatan tapi juga menjadi indikator bahwa kawasan Irenggolo masih cukup baik.
“Misalnya jenis lumut yang hidupnya tidak bisa di tempat yang berpolusi, tumbuhnya bisa di tempat yang adem,” ucap dosen biologi asal Desa Titik, Kecamatan Semen ini.
Masing-masing jenis lumut punya fungsi berbeda. Marchantia Polymopha misalnya, adalah untuk mengumpulkan zat hara dari tanah. Lumut ini biasanya dipakai untuk obat tradisional seperti antibakteri, antitoksin, hingga antiseptik.
Jenis Reboulia Hemisphaerica, yang masuk dalam lumut hati berthalus, ditemukan di tempat basah dan sangat lembab. Tumbuhan ini hidup di sepanjang aliran sungai, gunung, dan bukit yang suhunya dingin. Kemudian, Marchantia Streimannii, umumnya tumbuh di batu atau terestrial di permukaan tunah. Tumbuhan ini biasa dipakai untuk pengobatan radang hati. Sedangkan Aneura sp dan Marchantia Geminata tumbuh ada yang tumbuhnya menutup permukaan tanah.
Beda lagi dengan Bazzania sp yang merupakan kategori lumut hati berdaun. Tumbuhan ini hidup di atas humus atau menempel di batang pohon. Selanjutnya Pogonatum Neesii tumbuh tegak di tanah yang merupakan campuran pasir dan cadas. Ada pula Phaeoceros Laevis dan Phaeoceros sp, kategori lumut tanduk, yang hidup di tempat yang lembab dan penyebarannyta hingga ke seluruh dunia.
Keberadaan lumut-lumut itu adalah sebagai penyeimbang fungsi ekosistem. Tingginya jumlah tumbuhan lumut di wisata Air Terjun Irenggolo karena ekosistemnya cocok. Yaitu di daerah yang punya ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut (mdpl). Yang suhunya hingga 17 derajat celsius. Editor : Anwar Bahar Basalamah