Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Menarik di Era Kolonial dan Kemerdekaan (7)

adi nugroho • Selasa, 11 Desember 2018 | 20:10 WIB
kisah-menarik-di-era-kolonial-dan-kemerdekaan-7
kisah-menarik-di-era-kolonial-dan-kemerdekaan-7

 


 


Sulitnya medan di Lereng Wilis menjadi pilihan Panglima Besar Jenderal Soedirman melakukan perang gerilya. Pasukan Belanda pun dibuat tak berkutik.


 


Salah satu rute gerilya Jenderal Soedirman yang terkenal adalah di lereng Wilis. Mulai dari Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kediri. Semua disusurinya. Di lereng Wilis gerilya Soedirman bisa dibilang sukses. Karena membuat pasukan Belanda kocar - kacir.


"Di lereng Wilis ini Sudirman dikejar-kejar Belanda. Bahkan pasukannya yang ikut gerilya banyak yang tumbang," kata Achmad Zainal Fachris.


Menurutnya, salah satu keistimewaan saat bergerilya di lereng Wilis adalah kondisi hutannya. Lebat dan masih belantara. Sehingga sangat mudah digunakan Sudirman dan pasukannya bersembunyi.


"Bentang Wilis yang panjang dan luas juga menjadi salah satu faktor Pak Dirman memilih lokasi ini untuk bergerilya," tambahnya.


Pada 1949, Belanda memang melakukan Agresi Militer II. Mereka berusaha melumpuhkan kekuatan Republik Indonesia yang baru berdiri. "Belanda menyerang melalui udara, laut, dan darat ke seluruh wilayah nusantara. Tujuannya adalah menguasai nusantara kembali dengan cara keseluruhan," terangnya.


Dalam upaya merebut kembali Indonesia, Belanda melakukan penjajahan lagi. Mereka memperlakukan rakyat secara keji. Menakut-nakuti, menganiaya, dan merampas harta bendanya. Akhirnya Jenderal Soedirman memimpin rakyat untuk merebut kembali kedaulatan NKRI. 


Karena Ibu Kota RI, yang telah pindah ke Jogjakarta, telah dikuasai Belanda, Soedirman memilih bergerilya. Meneruskan perlawanan setelah sebelumnya menghadap Presiden Soekarno.


Melihat penderitaan rakyatnya, Jenderal Soedirman tersentak hatinya untuk berjuang mengusir penjajah. Dengan mengumpulkan para pemuda dan masyarakat Indonesia, akhirnya Soedirman memimpin perang gerilya tersebut.


"Gerilya Pak Dirman bisa dibilang sukses," tegasnya.


Perang Gerilya adalah salah satu peristiwa besar yang pernah dialami Indonesia. Dicetuskan dan dipimpin langsung oleh Jenderal Soedirman. Perang Gerilya berhasil membuat pasukan Belanda kocar-kacir. Perang ini juga menjadi suatu taktik perang yang dilakukan secara sembunyi dan berpindah-pindah. Belanda merasa kewalahan dengan taktik seperti itu. Setiap target yang diserang Belanda, banyak yang telah kosong. Namun pada saat yang tak disangka-sangka, TNI menyerang kedudukan Belanda dengan cepat.

Editor : adi nugroho
#ekspedisi wilis #kediri #wilis #jenderal soedirman