Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengulik Lebih Detail Hasil Jawa Pos Radar Kediri River Expedition 2026 (11) Bersihkan Sungai Kedak di Puncak Rangkaian Ekspedisi

Ayu Ismawati • Selasa, 16 Juni 2026 | 03:31 WIB
DIPENUHI SAMPAH: Pesepeda melintas di jembatan Kelurahan Bujel Gang 4, Kecamatan Mojoroto. Sampah kerap menumpuk di aliran Sungai Kedak di bawah jembatan tersebut. (Foto: Wahyu Adji)
DIPENUHI SAMPAH: Pesepeda melintas di jembatan Kelurahan Bujel Gang 4, Kecamatan Mojoroto. Sampah kerap menumpuk di aliran Sungai Kedak di bawah jembatan tersebut. (Foto: Wahyu Adji)

Ekspedisi sungai selama tiga hari yang digelar Jawa Pos Radar Kediri juga menghasilkan rekomendasi aksi bersih sungai secara massal. Rekomendasi itu menjadikan kegiatan bersih sungai tak sekadar seremonial. Namun juga menjadikannya sebagai data-driven action yang dapat diterapkan di banyak lokasi lainnya. 

 

Dari enam titik sungai dan aliran anak sungai yang didatangi tim Kediri River Expedition 2026, kondisi aliran sungai di kawasan urban Kota Kediri tergolong variatif.

Radar Kediri Institute–lembaga litbang milik Jawa Pos Radar Kediri–bersama akademisi dari Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri sama-sama menyimpulkan, perlu langkah konkret untuk menyelamatkan seluruh sungai.

Salah satunya dengan melakukan aksi bersih sungai atau clean up secara massal.

Baca Juga: Mengulik Lebih Detil Hasil Jawa Pos Radar Kediri River Expedition 2026 (1) Sinyal Merah, Empat dari Enam Sungai Tercemar Berat

Namun dalam melaksanakan hal tersebut, tim perlu mempertimbangkan dampak perubahannya.

Terutama sungai dengan kondisi kritis yang butuh penanggulangan lebih kompleks.

Karenanya, dalam melaksanakan clean up nanti, tim ekspedisi menyasar aliran Sungai Kedak di Kecamatan Mojoroto.

Dari hasil pengujian dengan metode biotilik dan fisika-kimia, Sungai Kedak dianggap paling dapat menunjukkan perubahan positif jika dilakukan clean up sederhana.

Baca Juga: Mengulik Lebih Detail Hasil Jawa Pos Radar Kediri River Expedition 2026(6) Kondisi Fisik Sungai Pengaruhi Daya Self-purification

“Alasan pertama, sungai ini masih memiliki modal kondisi kesehatan tertinggi dari titik lainnya yang diobservasi. Di antara semua stasiun yang masuk dalam kategori tercemar berat, Sungai Kedak memiliki skor kondisi kesehatan tertinggi, yaitu 2 atau kurang sehat,” terang dosen Prodi Pendidikan Biologi UNP Kediri.

Dengan data temuan itu, tim menilai secara ekologis, struktur kehidupan air dari komunitas makroinvertebrata di Sungai Kedak belum sepenuhnya hancur.

Beberapa serangga air di sana masih menunjukkan daya tahan yang tinggi terhadap potensi zat pencemar.

“Parameter ORP (oxidation-reduction potential, Red) di sana juga yang paling suportif. Ini adalah alasan kimiawi paling kuat. Sungai Kedak mencatatkan nilai ORP tertinggi di banding lokasi lainnya, yakni 141 mV,” terang peneliti ekologi tersebut.

Baca Juga: Mengulik Lebih Detail Hasil Jawa Pos Radar Kediri River Expedition 2026 (7) Tak Hanya Jalanan, Sungai Pun Butuh ‘Tim Penyapu’

Artinya, sungai yang berhulu di lereng Gunung Wilis itu masih memiliki sifat oksidatif. Proses penguraian limbah secara aerobik dengan menggunakan oksigen masih berjalan tipis.

Sederhananya, sungai ini masih mampu melakukan self-purification untuk membersihkan dirinya sendiri secara alami dari kontaminasi limbah. 

“Untuk tingkat kepadatan material terlarut (TDS dan kadar salt) juga lebih rendah,” sambungnya.

Dalam menentukan titik clean up ini, tim juga mempertimbangkan faktor efisiensi dan efektivitas.

Dengan mempertimbangkan hasil penelitian selama ekspedisi itu, tingkat keberhasilan upaya pelestarian sungai ini juga lebih besar. 

Baca Juga: Mengulik Lebih Detil Hasil Jawa Pos Radar Kediri River Expedition 2026 (2) Pencemaran Tinggi, Sungai Mulai Kehilangan Kehidupannya

“Pada prinsipnya seperti konsep low-hanging fruit. Yaitu mengambil target yang paling mudah dicapai dengan tingkat keberhasilan paling tinggi,” terangnya.

Prinsip itu juga menegaskan misi ekspedisi sungai ini. Bahwa aksi bersih sungai yang dilakukan di penghujung rangkaian ini bukanlah akhir dari perjalanan.

Melainkan awal dari upaya pelestarian sungai yang lebih masif untuk ke depannya.

Untuk diketahui, sebelumnya tim Kediri River Expedition 2026 melaksanakan ekspedisi selama tiga hari pada 2 - 4 Juni lalu. Saat itu, tim turun langsung menyusuri beberapa sungai-sungai di kawasan urban Kota Kediri.

Tim melakukan observasi dan penelitian dengan menggabungkan parameter biologi, fisika, dan kimia, untuk mengungkap kondisi riil di lapangan. 

Baca Juga: Mengulik Lebih Detail Hasil Jawa Pos Radar Kediri River Expedition 2026 (3) Sungai Semakin ‘Sesak Napas’ karena Miskin Oksigen

Lokasi yang dituju itu meliputi aliran Sungai Kedak di wilayah Kelurahan Mojoroto, anak Sungai Kedak di Jalan Tambora. Kemudian, Sungai Parung di Kelurahan Kaliombo dan Kampungdalem, anak Sungai Tawang di Kelurahan Singonegaran.

Serta Sungai Kresek yang melintas di Lingkungan Ngadisimo, Kelurahan Dandangan dan di Kelurahan Banjaran. 

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri river expedition 2026 #gunung wilis #ekspedisi #sungai brantas #Sungai Kedak