Begini Tanggapan BPS Soal Pembaruan Data DTSEN, Warga Kediri Wajib Tahu

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 11:50 WIB
Cek Desil DTSEN
Cek Desil DTSEN

JP Radar Kediri - Badan Pusat Statistik (BPS), memastikan Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN) akan terus diperbarui dan dievaluasi untuk memberikan data yang maksimal pada Masyarakat.

Setia Pramana Direktur Metodologi dan Sains Data BPS, masih terdapat data yang tidak sesuai dengan realitas Masyarakat.

Ia menilai Pembaruan data lebih penting dibandingkan pembaruan metode pemeringkatan.

Baca Juga: Desil yang Naik Tajam Mulai Turun, Cek Hasil Terbaru di dtsen-form.bps.go.id

Setia, meningkatkan integrasi melalui akurasi data DTSEN dengan data Kementerian dan Lembaga lain. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan ketentuan perlindungan data pribadi.

Menurut ujarannya, penentuan desil DTSEN bersumber dari gabungan antara data individu. 

Baca Juga: Ada Ribuan Anomali Desil DTSEN di Kota Kediri, Dinsos Gerakkan Kelurahan untuk Verifikasi

Rangkaian data tersebut mencakup Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), serta data kependudukan dari Dukcapil.

Berbagai data itu kemudian diolah menjadi bagian dari DTSEN untuk memberikan gambaran kondisi sosial ekonomi rumah tangga secara lebih menyeluruh.

Penentuan desil dalam DTSEN juga tidak hanya berpusat pada tingkat pengeluaran masyarakat. Pemerintah menggunakan sekitar 40 variabel untuk menggambarkan kondisi kesejahteraan rumah tangga.

Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos Beras 30 Kg September 2026, Kategori Desil dan Syarat Penerimanya

Variabel tersebut mencakup kondisi perumahan, kepemilikan aset, karakteristik rumah tangga, hingga akses terhadap sanitasi.

Artinya, posisi seseorang dalam desil tertentu tidak semata-mata ditentukan dari besar kecilnya pengeluaran. Berbagai aspek kehidupan rumah tangga ikut diperhitungkan untuk melihat kondisi kesejahteraannya.

Karena itu, desil lebih tepat dipahami sebagai gambaran posisi sosial ekonomi rumah tangga berdasarkan sejumlah indikator, bukan sebagai ukuran tunggal mengenai kaya atau miskinnya seseorang.

Penulis: Afif Muthoharoh

Kampus: UIN Syekh Wasil 

Editor : Shinta Nurma Ababil
SOSIAL EKONOMI data Desil bps DTSEN