Harga Daging di Kota Kediri Makin Mahal, Ini Alasannya!

Himalaya Azzahra • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 12:02 WIB
penjual daging sapi di kota kediri, di pasar setono betek yang sedang mengalami kenaikan harga / Himalaya Azzahra JPRK
penjual daging sapi di kota kediri, di pasar setono betek yang sedang mengalami kenaikan harga / Himalaya Azzahra JPRK

KOTA, JP Radar Kediri – Harga daging ayam dan sapi di Pasar Setono Betek kembali mengalami kenaikan. Kondisi tersebut tak hanya membuat konsumen mengurangi pembelian. Tetapi juga menambah tekanan biaya operasional pedagang hingga peternak.

Sri, 41, pedagang ayam potong di Pasar Setono Betek, mengatakan harga ayam mengalami kenaikan secara bertahap dalam beberapa hari terakhir. Saat ini, harga ayam potong telah mencapai Rp 42 ribu per kilogram. “Sempat turun sedikit, sekarang 42 ribu, memang naik dari pemasoknya,” katanya.

Baca Juga: Harga Ayam dan Pangan Dongkrak Inflasi, Stok September Jadi Perhatian

Kenaikan harga tersebut mulai berdampak terhadap jumlah pembeli. Konsumen cenderung mengurangi jumlah ayam yang dibeli ketika harga menembus Rp 40 ribu per kilogram. “Ya begini sudah biasa kalau naik, pembeli dikit banget,” ujar Sri.

Dia mengatakan kondisi tersebut membuat pedagang harus menghadapi dua tekanan sekaligus. Di satu sisi harga kulakan meningkat. Sementara di sisi lain pedagang tidak bisa menaikkan harga terlalu tinggi. Pasalnya berisiko membuat konsumen semakin mengurangi pembelian.

Kenaikan harga ayam juga terjadi di tingkat peternak. Sita Dewi, 25, peternak ayam mengatakan biaya operasional menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi harga ayam di pasaran. Salah satunya berasal dari tingginya harga pakan ternak.

Menurut Sita, biaya pakan yang mahal membuat ongkos pemeliharaan ayam ikut meningkat. Kondisi tersebut kemudian turut memengaruhi harga ayam ketika masuk ke pasar. “Pakan memang mahal, jadi biaya operasionalnya juga ikut naik dari yang Rp 8.000 ribu per kilogram jadi Rp10.500,” bebernya.

Baca Juga: Harga Daging Ayam Melonjak Tajam, Ini Penyebabnya!

Selain itu, Sita menyebut sebagian stok ayam juga terserap untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut turut menjadi bagian dari dinamika permintaan dan pasokan ayam di pasaran.

Sementara itu, harga daging sapi di tingkat pedagang juga mengalami kenaikan. Ivan Crisnanda, 29, jagal sekaligus pemasok daging sapi mengatakan harga saat ini berada di kisaran Rp 130 ribu per kilogram. “Naiknya karena biaya perawatan sapi juga mahal, terutama untuk pakan dan pemeliharaannya,” ucap Ivan.

Menurutnya, kenaikan tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya biaya pemeliharaan sapi. Biaya pakan dan perawatan ternak menjadi komponen yang harus diperhitungkan sebelum sapi dipotong dan daging dipasarkan.

Kondisi tersebut menunjukkan kenaikan harga daging tidak hanya terjadi di tingkat pedagang. Tekanan biaya telah dirasakan sejak tingkat peternak hingga masuk ke pasar. Sementara konsumen menghadapi harga jual yang semakin tinggi. (him/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
harga pasar mahal pangan mahal harga daging pakan ternak harga daging sapi