Semarak Ekonomi Syariah Jadi Penguat Ekosistem Halal di Mataraman

Himalaya Azzahra • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 12:31 WIB
Acara FESyar resmi di buka dengan penabuhan gendang Bentuk sinergitas dan kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Kota Kediri
Acara FESyar resmi di buka dengan penabuhan gendang Bentuk sinergitas dan kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Kota Kediri

 

KOTA, JP Radar Kediri –  Penguatan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Mataraman terus didorong melalui kolaborasi Bank Indonesia (BI), Pemerintah Kota Kediri, dan sejumlah pemangku kepentingan. Upaya tersebut ditandai dengan pembukaan Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) di Balai Kota Kediri pada jum’at pagi (4/8) yang dihadiri Ketua Umum MUI Pusat KH M Anwar Iskandar, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Kepala BI Kediri Yayat Cadarajat, serta Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal, dan jajaran lainnya.

Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026 pada 4–6 September 2026 di Kompleks Balai Kota Kediri. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 yang akan digelar di Surabaya pada 25–27 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Mataraman. Acara diawali dengan qiroah Al-Qur’an dan penampilan kesenian dari Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri.

Baca Juga: Pekan QRIS Nasional Gaet Generasi Muda, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Hadirkan Beragam Kompetisi Menarik

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, ekonomi syariah memiliki cakupan yang luas dan tidak hanya berkaitan dengan sektor perbankan. Menurutnya, potensi tersebut juga mencakup fesyen muslim, kosmetik halal, makanan halal hingga industri ekonomi kreatif.

“Ekonomi syariah tidak hanya perbankan, tetapi juga fashion muslim, kosmetik halal, halal food dan sektor lainnya, termasuk industri ekonomi kreatif, dan sebagainya” ujar Vinanda.

Ia berharap potensi ekonomi syariah di Kota Kediri dapat terus berkembang melalui kolaborasi dengan BI dan berbagai pihak. Terlebih, program tersebut juga mencakup wilayah Mataraman seperti Blitar, Nganjuk dan daerah lainnya.

Vinanda menilai penguatan ekosistem tersebut dapat membuka peluang perluasan pasar bagi pelaku usaha. “Nantinya dengan kualitas produk yang bagus, produk Kediri mungkin bisa dijual di luar kota dan produk luar kota bisa masuk ke Kediri sehingga bisa ada perluasan pasar,” katanya.

Pemkot Kediri juga mendorong kemudahan bagi pelaku usaha dalam memperoleh sertifikasi halal. Vinanda menyebut ribuan pelaku usaha di Kota Kediri saat ini telah memiliki sertifikasi halal.

“Saat ini sudah ribuan pelaku usaha sudah sertifikasi halal di Kota Kediri. Ini menunjukkan komitmen untuk membentuk ekosistem halal di Kota Kediri,” ujarnya.

Ia menegaskan, sertifikasi halal tidak semata-mata berkaitan dengan label produk, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas. “Halal bukan hanya soal label, tetapi juga bagian dari kualitas,” kata Vinanda.

Baca Juga: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri di QRISNIVAL 2026 Perkuat Kedaulatan Ekonomi

Sementara itu, Kepala BI Kediri Yayat Cadarajat menjelaskan penguatan ekonomi dan keuangan syariah dilakukan melalui tiga pilar, yakni pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman dan optimalisasi pasar keuangan syariah, serta penguatan riset, asesmen, dan edukasi.

“Melalui acara ini, kami memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Kota Kediri. Ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan dan memperkuat rantai pasok halal di daerah,” ujar Yayat Cadarajat.

Pada pilar pemberdayaan ekonomi syariah, pengembangan diarahkan pada rantai nilai halal, termasuk sektor makanan dan minuman, fesyen, serta pariwisata ramah muslim. BI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM agar dapat masuk dan berkembang dalam ekosistem halal.

Sementara pendalaman pasar keuangan syariah dilakukan melalui pengembangan instrumen keuangan syariah, baik sektor komersial maupun sosial, sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Penguatan ekonomi dan keuangan syariah dilakukan melalui tiga pilar. Kami juga mendorong UMKM agar mampu masuk dan berkembang dalam ekosistem halal,” tandasnya.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah karena mayoritas penduduknya beragama Islam.

Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah tidak hanya berfokus pada sektor keuangan, tetapi juga memperkuat halal value chain atau rantai pasok halal, makanan ramah muslim, serta pariwisata ramah muslim.

“Indonesia punya potensi keuangan syariah yang luar biasa karena mayoritas penduduknya muslim,” jelasnya

Ia menambahkan, literasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Edukasi dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar).

Dalam rangkaian penguatan ekosistem tersebut, BI, Pemkot Kediri, dan Kementerian Agama Kota Kediri juga berkomitmen mendorong Kampung Halal Kota Kediri sebagai salah satu wujud nyata pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Mataraman. Him

Editor : Mahfud
FESyar2026 Road to FESyar pemerintah kota kediri bank indonesia (bi) ekonomi syariah