JP Radar Kediri – PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kembali mengirimkan 120 unit gerbong barang jenis Container Flat Top Wagon berukuran 40 kaki ke Selandia Baru. Pengiriman ini merupakan bagian dari realisasi pesanan 340 unit gerbong dari UGL Rail Services Pty Ltd, perusahaan manufaktur perkeretaapian asal Australia.
Senior Manager Corporate Communications and Representative Office PT INKA (Persero), Nanang Agung Rohmandiyas, menjelaskan bahwa kualitas dan spesifikasi tetap menjadi fokus utama dalam setiap proses pengiriman. "Bagi kami, setiap pengiriman selalu berpegang pada prinsip yang sama, yakni memenuhi kualitas dan spesifikasi yang telah disepakati bersama pelanggan," ujar Nanang di Madiun, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: Cara Dapat Diskon Tiket KAI 17 Persen dalam Rangka HUT ke-81 RI, Begini Langkahnya
Dikirim dari Surabaya, Realisasi Capai 73,5 Persen
Pengiriman 120 unit gerbong tersebut dilakukan melalui Terminal Jamrud Nilam Mirah dan Teluk Lamong, Surabaya, yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal. Nanang menjelaskan, dengan pengiriman kali ini, realisasi pengiriman dalam proyek pesanan UGL telah mencapai 250 unit, atau sekitar 73,5 persen dari total keseluruhan pesanan 340 unit.
Total pesanan tersebut terdiri dari 290 unit Container Flat Top Wagon ukuran 40 kaki dan 50 unit ukuran 50 kaki. Sebelumnya, INKA telah lebih dulu mengirimkan 130 unit pada Maret 2026. Sisa 90 unit terakhir, terdiri dari 40 unit wagon 40 kaki dan 50 unit wagon 50 kaki, dijadwalkan dikirim pada November 2026.
Kontrak Keempat Sejak 2021, Total 1.294 dari 1.504 Unit Terkirim
Pesanan ini merupakan kontrak kerja sama keempat pembuatan Container Flat Top Wagon antara INKA dan UGL sejak kemitraan keduanya dimulai pada 2021. Secara kumulatif, INKA telah memproduksi dan mengirimkan 1.294 unit gerbong dari total 1.504 unit yang dipesan UGL sepanjang periode kerja sama tersebut.
"Kami menghargai kepercayaan UGL kepada tim kami, dan kami berkomitmen menjaga kepercayaan itu di setiap pengiriman," kata Nanang. Ia menambahkan, konsistensi hubungan kerja sama sejak 2021 menjadi bukti nyata kepercayaan UGL terhadap kemampuan produksi INKA. "Empat pesanan sejak 2021 menjadi tolok ukur yang jelas atas hubungan ini. UGL kembali memberikan kepercayaan melalui pekerjaan baru," tambahnya.
Baca Juga: Libur Idul Adha, Volume Penumpang di PT KAI Daop 7 Madiun Meningkat, Ini Penyebabnya!
Selain proyek gerbong barang untuk Selandia Baru, kolaborasi INKA dan UGL turut mencakup pesanan terpisah berupa 50 unit locomotive platform yang ditujukan untuk pasar Australia, dengan jadwal pengiriman berlangsung secara bertahap hingga 2027.
Fokus Selesaikan Pesanan Berjalan hingga November 2026
Nanang menegaskan bahwa fokus utama INKA saat ini adalah memastikan seluruh pesanan yang tengah berjalan dapat rampung tepat waktu pada November 2026, sembari terus menjaga hubungan kemitraan jangka panjang dengan UGL ke depannya. "Fokus utama kami saat ini adalah menyelesaikan pesanan yang berjalan pada November 2026 dan terus menjaga kemitraan ini ke depan," pungkasnya.
Keberlanjutan pesanan dari pasar Australia dan Selandia Baru ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa produk industri perkeretaapian nasional mampu bersaing dan dipercaya di pasar internasional, khususnya di kawasan yang dikenal memiliki standar kualitas tinggi.
Baca Juga: PT KAI Siapkan Kereta Gajayana dan Brantas Tambahan yang Masuk Stasiun Kediri
Editor : Shinta Nurma Ababil