Bisnis SPBU Shell di Indonesia Resmi Diakuisisi 100 Persen oleh SEFAS Group

Zebita Rizqi Priyangga • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:15 WIB
Warga melintas di SPBU Shell di Jalan Menteng Raya, Jakarta, Kamis (27/11/2025). PT Shell Indonesia (Shell) resmi mencapai kesepakatan dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk pembelian 100 ribu barel bahan bakar minyak (BBM) guna menutup kekurangan stok di jaringan SPBU swasta dan ditargetkan stok BBM pulih pada akhir November. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD RIZKY FEBRIANSYAH)
Warga melintas di SPBU Shell di Jalan Menteng Raya, Jakarta, Kamis (27/11/2025). PT Shell Indonesia (Shell) resmi mencapai kesepakatan dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk pembelian 100 ribu barel bahan bakar minyak (BBM) guna menutup kekurangan stok di jaringan SPBU swasta dan ditargetkan stok BBM pulih pada akhir November. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD RIZKY FEBRIANSYAH)

JP Radar Kediri – SEFAS Group resmi mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi 100 persen bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia. Kesepakatan ini diumumkan Rabu (19/8/2026), dengan proses akuisisi tetap tunduk pada persetujuan regulator dan pemenuhan sejumlah persyaratan umum lainnya.

Baca Juga: Daftar Harga BBM 27 Juli 2026 : Pertamina, Shell, hingga Vivo

Perlu dicatat, akuisisi ini hanya menyasar bisnis ritel SPBU Shell di Indonesia, bukan perusahaan Shell plc secara global.

Dari Distributor Pelumas Jadi Pemilik Jaringan SPBU SEFAS Group selama ini dikenal sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia. CEO SEFAS Group Ricky Roesli menyampaikan, langkah akuisisi ini menjadi kelanjutan alami dari bisnis yang telah lama dijalankan perusahaan bersama Shell. Ia mengatakan, "SEFAS bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia."

Ricky menambahkan, SEFAS Group akan melanjutkan proses untuk mengakuisisi kepemilikan penuh atas bisnis tersebut, dengan target penyelesaian transaksi diperkirakan berlangsung pada tahun ini. Ia menegaskan kepemilikan lokal ini akan menjadi landasan kuat bagi fase pengembangan bisnis grup selanjutnya.

Merek Shell Tetap Dipakai lewat Skema Lisensi

Meski kepemilikan bisnis SPBU beralih sepenuhnya ke tangan SEFAS Group, identitas visual dan merek Shell di jaringan SPBU dipastikan tidak akan berubah. Ricky menjelaskan bahwa penggunaan merek Shell akan tetap berlanjut melalui skema lisensi, sehingga masyarakat tidak akan melihat perubahan tampilan pada SPBU yang selama ini mereka kenal.

Shell Sebut SEFAS Mitra yang Sudah Lama Bekerja Sama

Presiden Direktur Shell Indonesia Andri Pratiwa turut memberikan pandangannya terkait transisi kepemilikan ini. Ia menjelaskan bahwa SEFAS merupakan mitra yang telah lama bekerja sama dengan Shell di Indonesia dan memiliki pemahaman mendalam mengenai pasar lokal, kebutuhan pelanggan, serta jaringan yang telah terbangun kuat untuk mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya.

SEFAS Group menegaskan prioritas utama pascakesepakatan ini adalah memastikan proses transisi kepemilikan berjalan lancar, dengan tetap menjaga kegiatan operasional yang aman dan andal bagi pelanggan, karyawan, maupun mitra bisnis. Perusahaan menyatakan tidak ingin ada gangguan layanan bagi masyarakat selama masa peralihan kepemilikan berlangsung.

Baca Juga: Harga BBM Terbaru Pertengahan Juli 2026! Pertamina hingga Shell Kompak Turun

Profil Singkat SEFAS Group

Berdasarkan penelusuran, SEFAS Group didirikan sejak Oktober 1997 oleh dua pengusaha asal Indonesia, Herman Soegeng dan Ricky Roesli. Perusahaan ini kini telah memiliki lebih dari 20 kantor cabang dan dikenal luas sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, sebelum akhirnya melangkah lebih jauh dengan mengakuisisi seluruh jaringan bisnis SPBU Shell di Tanah Air.

 

Editor : Shinta Nurma Ababil
SEFAS Group Shell Indonesia Akuisisi spbu