Desil 1-10 Artinya Apa? Ini Kategori dan Kriteria Pembagiannya

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:31 WIB
Cek Desil Bansos di aplikasi cek bansos
Cek Desil Bansos di aplikasi cek bansos

JP Radar Kediri - Baru-baru ini pembagian Desil 1-10 jadi sorotan masyarakat terlebih penggolongan itu menjadi acuan pemerintah dalam menentukan penerima bantuan sosial hingga pengguna BBM Pertalite.

Sehingga, masyarakat wajib mengetahui desil dan cara cek desil 1-10 dalam aturan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

 Pemahaman mendalam mengenai klasifikasi tingkat kesejahteraan ini sangat krusial karena posisi desil menjadi penentu utama apakah sebuah keluarga berhak menerima subsidi negara seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).  

Baca Juga: Apa Itu Desil? Status Penentu Penerima Bansos hingga Pembelian BBM Pertalite

Kementerian Sosial dalam hal ini menegaskan bahwa penggunaan sistem pemeringkatan desil bertujuan untuk meminimalisir kesalahan penyaluran bantuan (inclusion and exclusion error) di tengah dinamika ekonomi global. 

Mengacu pada Peraturan Menteri Sosial terbaru tahun 2026 di laman DTSEN, Desil 1-4 (40% terbawah) dapat diusulkan sebagai penerima bantuan sosial PKH dan Sembako, penetapan Desil 1 hingga Desil 10 didasarkan pada survei komprehensif yang mencakup indikator aset, kondisi hunian, hingga beban tanggungan keluarga untuk menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Fungsi Desil dalam Penyaluran Bantuan Sosial

Selain memetakan tingkat kesejahteraan nasional, desil menjadi acuan utama dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial:

Desil 1 hingga 4 (40% terbawah): Menjadi basis utama target usulan penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako.

Desil 5: Umumnya diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

Cara Cek Status Desil

Unduh aplikasi Cek Bansos resmi dari Kementerian Sosial melalui Google Play Store.

Buka aplikasi, lalu pilih Buat Akun Baru apabila Anda belum terdaftar.

Masukkan data diri secara lengkap sesuai KTP, meliputi Nomor Kartu Keluarga (KK), NIK, nama lengkap, nomor ponsel, dan alamat email.

Lakukan login menggunakan username dan password yang telah dibuat.

Pilih menu Profil di dalam aplikasi untuk melihat informasi kategori desil kesejahteraan Anda.

Cara Cek Status Penerima Bansos Lewat NIK

Buka aplikasi Cek Bansos yang sudah terpasang.

Pilih menu Cek Bansos di halaman utama.

Masukkan data wilayah tempat tinggal (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan) serta nomor NIK KTP Anda.

Ketikkan kode verifikasi yang muncul di layar.

Klik Cari Data untuk memproses informasi.

Catatan: Pengecekan ini juga bisa diakses secara praktis melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos dengan memasukkan data wilayah dan 16 digit NIK.

Bagaimana Jika Belum Terdaftar sebagai Penerima Bansos?

Bagi masyarakat yang memenuhi kriteria tetapi belum tercatat sebagai penerima bantuan sosial (seperti PKH), terdapat dua mekanisme resmi untuk melakukan pengusulan:

Secara Digital: Manfaatkan fitur Usul secara mandiri di dalam aplikasi Cek Bansos.

Secara Manual: Lakukan pelaporan dan pendataan langsung melalui kantor desa atau kelurahan setempat dengan berkoordinasi bersama pendamping sosial di wilayah Anda.

Perlu diingat bahwa proses pengusulan tidak serta-merta membuat bantuan langsung cair. Seluruh data calon penerima wajib melalui tahap verifikasi dan validasi berjenjang sesuai ketentuan yang berlaku. Pastikan data kependudukan Anda sudah sesuai dengan dokumen resmi dan terdaftar di dalam DTSEN.

Mengenal 10 Tingkatan Desil Kesejahteraan Sosial

Dalam pemetaan sosial ekonomi nasional, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 tingkatan atau desil, di mana masing-masing mencakup 10% dari populasi penduduk. Berikut adalah rincian karakteristik dan fungsi dari Desil 1 hingga Desil 10:

Desil 1 (10% Penduduk Paling Rendah): Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling bawah dan paling rentan. Memiliki keterbatasan parah pada hunian, sanitasi, dan pekerjaan tetap. Mereka adalah prioritas utama mutlak untuk seluruh program perlindungan sosial seperti PKH, BPNT, BLT, dan jaminan kesehatan.

Desil 2 (10% Kelompok Sangat Miskin): Berada satu tingkat di atas Desil 1 dengan kondisi ekonomi yang sangat rapuh dan rentan terhadap guncangan finansial mendadak. Menjadi sasaran utama bantuan sosial reguler untuk menjaga daya beli.

Desil 3 (10% Kelompok Rentan): Keluarga yang sudah memiliki sedikit perbaikan pada aspek pekerjaan atau rumah, namun secara ekonomi masih berada di garis batas kemiskinan. Tetap masuk dalam radar jaring pengaman sosial.

Desil 4 (10% Batas Atas Kelompok Rentan): Ambang batas kelompok 40% terbawah populasi nasional. Membutuhkan sokongan perlindungan sosial agar tidak jatuh ke kemiskinan ekstrem, serta menjadi batas maksimal acuan penerima bansos reguler.

Desil 5 (Kelompok Menengah Bawah): Berada di garis tengah antara masyarakat kurang mampu dan kelas menengah dengan pekerjaan tetap berpenghasilan pas-pasan. Mulai keluar dari skema bantuan tunai reguler, namun kerap dipertimbangkan untuk PBI-JK atau subsidi energi tertentu.

Desil 6 (Kelompok Menengah): Merepresentasikan kelas pekerja atau masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang mandiri dan tidak lagi menjadi target utama program kemiskinan.

Desil 7 (Kelompok Menengah Mapan): Memiliki kondisi sosial ekonomi yang stabil, akses pendidikan yang baik, pekerjaan formal mapan, serta kepemilikan aset dan perumahan yang layak.

Desil 8 (Kelompok Menengah Atas): Masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tinggi, ditandai kepemilikan aset bernilai ekonomi lebih, kendaraan pribadi, dan daya beli yang kuat.

Desil 9 (Kelompok Kaya): Lapisan masyarakat atas dengan standar hidup sangat baik, fasilitas perumahan premium, dan stabilitas finansial yang mapan.

Desil 10 (10% Penduduk Paling Sejahtera): Kelompok puncak dengan kesejahteraan tertinggi di Indonesia. Merupakan kalangan elit atau berpenghasilan sangat tinggi yang tidak berhak sama sekali menerima segala bentuk bansos maupun barang bersubsidi, serta menjadi target utama kebijakan subsidi tepat sasaran.

Editor : Shinta Nurma Ababil
desil 10 desil 9 cek desil desil bansos Desil