Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPR: APBN dan Konsolidasi Danantara Jadi Kunci Kejar Target Ekonomi 8 Persen

Z
Petugas berjalan di depan Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Petugas berjalan di depan Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Advertisement

JP Radar Kediri – Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad menyebut pemerintah perlu mendorong sejumlah strategi guna mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029. Ia menilai optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta penguatan investasi menjadi dua kunci utama yang harus digenjot.

APBN, Investasi Asing, hingga Konsolidasi Danantara

Advertisement

Menurut Kamrussamad, langkah yang bisa ditempuh pemerintah antara lain memaksimalkan APBN, mendorong penanaman modal asing (PMA), memperkuat investasi dalam negeri, serta memanfaatkan hasil konsolidasi yang telah dilakukan Danantara sebagai badan pengelola perusahaan milik negara atau State-Owned Enterprise (SOE).

Ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (14/8/2026), Kamrussamad mengatakan, "konsolidasi yang sudah dilakukan oleh Danantara sebagai SOE," turut menjadi salah satu faktor pendukung dalam strategi mengejar target pertumbuhan ekonomi tersebut.

DPR Masih Tunggu Perhitungan Kontribusi Danantara

Advertisement

Kamrussamad mengungkapkan, hingga saat ini DPR masih menunggu perhitungan konkret dari pemerintah mengenai seberapa besar kontribusi Danantara terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, angka tersebut penting untuk mengukur sejauh mana peran lembaga pengelola investasi negara itu dalam membantu pemerintah mengejar target pertumbuhan 8 persen pada 2029.

Ia menegaskan, DPR meminta Danantara Investment Management (DIM) segera mengajukan perhitungan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi sebagai bagian dari perusahaan milik negara, karena hal itulah yang saat ini masih dinantikan oleh parlemen.

Koordinasi Lintas Sektor Dinilai Perlu Diperkuat

Selain soal APBN dan Danantara, Kamrussamad menekankan pentingnya perbaikan koordinasi lintas sektor demi mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut. Ia menilai sinergi antara kementerian koordinator dan kementerian teknis perlu diperkuat agar pelaksanaan program-program pemerintah dapat berjalan lebih efektif.

Ia menyebut implementasi program masih perlu terus diperbaiki, agar pelaksanaannya benar-benar tepat sasaran, tepat waktu, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Advertisement

Artikel Terkait

Bos Danantara Curhat Frustasi Benahi BUMN Karya, Aset Tersisa Rp7 T Tertekan Utang Rp24 T

Bos Danantara Curhat Frustasi Benahi BUMN Karya, Aset Tersisa Rp7 T Tertekan Utang Rp24 T

Chief Operating Officer (COO), Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN di Danantara, Dony Oskaria, secara terbuka mengungkapkan frustasinya menghadapi kondisi keuangan.

Penyaluran KUR BRI hingga Akhir Juni 2026 Capai Rp103,81 Triliun, Dukung Agenda Pemberdayaan Ekonomi Danantara

Penyaluran KUR BRI hingga Akhir Juni 2026 Capai Rp103,81 Triliun, Dukung Agenda Pemberdayaan Ekonomi Danantara

Sebagai upaya untuk mendukung pemberdayaan UMKM menjadi penggerak perekonomian nasional, penyediaan akses pembiayaan yang inklusif terus menjadi komitmen PT Bank Ra

BRI dan Danantara Perkuat Ekonomi Kerakyatan, UMKM Naik Kelas hingga Pelosok Negeri

BRI dan Danantara Perkuat Ekonomi Kerakyatan, UMKM Naik Kelas hingga Pelosok Negeri

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara berkelanjutan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer