JP Radar Kediri - Bantuan Sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Sembako untuk periode Triwulan III (Juli–September 2026) mulai cair di bulan Agustus ini.
Disamping itu, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) perlu waspada dan berhati-hati dalam bertindak.
Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan penyebab seseorang tidak lagi menerima bansos diantaranya karena : Desil ekonomi yang meningkat, tidak lagi memenuhi kriteria penerima, telah graduasi mandiri, meninggal dunia, data tidak ditemukan, hingga adanya KPM yang mengundurkan diri.
Baca Juga: Kemensos Coret 1,4 Juta Penerima Bansos, Warga Kediri Was-was! Ini Penyebabnya
Sanksi Tegas KPM Terindikasi Judi Online
Di samping faktor perubahan status ekonomi, Kemensos juga mengidentifikasi adanya KPM yang status pencairannya terpaksa ditangguhkan. Langkah ketat ini diambil setelah ditemukan indikasi keterlibatan dalam transaksi judi online (judol).
Temuan tersebut didapatkan berdasarkan koordinasi data dan temuan valid dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Penelusuran lebih mendalam saat ini tengah dilakukan untuk memastikan tindakan lanjutan.
"Ini sedang kita dalami, sedang kita telusuri, dan tentu kita akan ambil satu tindakan jika memang ada keluarga penerima manfaat yang dengan sengaja, apalagi mengulang yang sudah kita sampaikan pada tahun 2025. Tentu kita akan alihkan dan tidak akan salurkan lagi kepada keluarga-keluarga penerima manfaat yang main judi online," tegas Gus Ipul.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 3 Agustus 2026 Kapan Cair? Status SPM, Begini Cara Ceknya
Sementara itu, pencairan Bansos PKH tercatat telah menembus lebih dari 7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sementara itu, penyaluran bansos sembako sudah menjangkau lebih dari 12 juta KPM dan diproyeksikan akan terus bertambah hingga mencapai target total lebih dari 18 juta penerima.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan distribusi saat ini bergerak aktif di lapangan demi mengejar target penuntasan.
"Penyaluran bantuan sosial kita di triwulan ketiga, sampai sekarang terus berproses, sudah lebih dari 7 juta (KPM) yang disalurkan untuk PKH dan lebih dari 12 juta (KPM) untuk bantuan pangan non-tunai atau bantuan sembako," ujar Mensos Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta.
Update Data KPM: Jutaan Penerima Dialihkan
Proses pencairan bansos periode ini merujuk pada pemutakhiran basis data berkala dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diserahkan ke Kemensos setiap tanggal 10 pada bulan salur. Dinamika sosial ekonomi masyarakat membuat daftar penerima mengalami penyesuaian signifikan.
Gus Ipul menjelaskan, perubahan data KPM merupakan hal yang wajar karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari dinamika kependudukan hingga perubahan status ekonomi penerima manfaat.
Nah tentu data itu selalu dinamis, ada yang exclusion error, ada inclusion error, ada yang meninggal, ada yang lahir, ada yang pindah tempat, kemudian ada yang naik kelas, ada yang turun kelas, ada juga yang menikah, dan seterusnya," ujar Gus Ipul.
Berdasarkan data rincian Kemensos untuk Triwulan III 2026:
- Bansos Sembako: Sebanyak 15.215.415 KPM berlanjut dari Triwulan II, sementara 3.043.419 KPM dialihkan. Total penerima bansos sembako mencapai 18.258.834 KPM.
- Bansos PKH: Sebanyak 8.359.853 KPM berlanjut dari Triwulan II, sedangkan 1.641.900 KPM dialihkan. Total penerima Bansos PKH mencakup 10.001.753 KPM.
Pengalihan data penerima tersebut dipicu oleh beberapa penyebab utama, seperti tingkatan
Editor : Shinta Nurma Ababil