JP Radar Kediri –Memasuki pertengahan tahun 2026, sejumlah badan usaha penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia kompak melakukan penyesuaian harga.
Sejumlah produk BBM nonsubsidi mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, memberikan angin segar bagi masyarakat. Langkah ini diambil oleh sejumlah perusahaan besar seperti PT Pertamina Patra Niaga, Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, hingga Mobil Indostation.
Penyesuaian harga ini merupakan respons terhadap dinamika harga minyak mentah dunia, aspek fiskal pemerintah, serta upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi perekonomian nasional saat ini.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 17 Juli 2026: UBS, Galeri24, dan Antam Turun Tipis
Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi
PT Pertamina Patra Niaga menjadi salah satu yang paling aktif melakukan penyesuaian. Produk-produk unggulan seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite mendapatkan potongan harga yang cukup besar.
Pertamax Turbo: Turun Rp 1.450 per liter, dari Rp 20.750 menjadi Rp 19.300 per liter.
Pertamina Dex: Turun Rp 3.650 per liter, dari Rp 24.800 menjadi Rp 21.150 per liter.
Dexlite: Turun Rp 3.300 per liter, dari Rp 23.000 menjadi Rp 19.700 per liter.
Sementara itu, untuk jenis Pertamax 92 tetap stabil di angka Rp 16.250 per liter, dan Pertamax Green 95 masih dipatok Rp 17.000 per liter, harga yang berlaku sejak 10 Juni 2026 lalu.
Baca Juga: Cara Cek Bansos BPNT Rp600 Ribu Cair Mulai 20 Juli 2026, Pastikan Data Terbaru KPM Lengkap
Persaingan Harga di Sektor Swasta
Tidak hanya Pertamina, SPBU swasta pun turut melakukan penyesuaian harga demi menjaga kompetitif di pasar.
BP-AKR, misalnya, melakukan penyesuaian signifikan pada produk BP Ultimate Diesel yang kini menjadi Rp 21.340 per liter dari sebelumnya Rp 25.060 per liter.
Untuk produk BP 92 dan BP Ultimate, harga terpantau stabil masing-masing di Rp 16.670 dan Rp 17.240 per liter.
Di sisi lain, Shell Indonesia juga menyesuaikan harga Shell V-Power Diesel menjadi Rp 21.340 per liter, turun dari harga sebelumnya di angka Rp 24.490 per liter.
Penyesuaian harga BBM ini dilakukan bukan tanpa alasan. Berdasarkan keterangan resmi, penetapan harga mempertimbangkan berbagai faktor krusial. Selain fluktuasi harga minyak mentah di pasar global, kebijakan fiskal pemerintah dan menjaga stabilitas ekonomi nasional menjadi prioritas utama.
Bagi masyarakat, perubahan harga ini tentu menjadi pertimbangan dalam mengatur pengeluaran transportasi harian. Diharapkan, penurunan harga pada produk-produk tertentu ini dapat memberikan dampak positif bagi mobilitas warga serta mendukung efisiensi operasional sektor transportasi dan logistik di daerah.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi melalui kanal resmi masing-masing penyalur BBM atau melalui aplikasi digital guna mendapatkan pembaruan harga terkini.
Editor : Shinta Nurma Ababil