KEDIRI, JP Radar Kediri – Para pembudidaya ikan cupang di Sentra Budidaya Ikan Betta, Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri harus merugi ratusan juta. Itu karena perubahan suhu yang ekstrem sejak awal Mei 2026 mengakibatkan pertumbuhan ikan terganggu hingga memicu tingginya angka kematian benih.
Ya, perbedaan suhu yang cukup tajam antara malam dan siang hari memberi dampak cukup signifikan. Pada pagi hari, suhu udara di kawasan tersebut berkisar 21–22 derajat Celcius. Sementara pada siang hingga sore hari mencapai 27–31 derajat Celcius. Padahal, suhu ideal untuk budidaya ikan cupang berada di kisaran 27–30 derajat Celcius.
“Sudah dua bulan terakhir gagal panen karena ribuan benih ikan mati,” ujar Ardiansyah Maulana Ahmad, pemilik Santoso Betta Fish di Jalan Kelapa, Kelurahan Ketami.
Lebih lanjut dia menjelaskan, awalnya mengelola sekitar 50 ribu ekor ikan cupang dan setiap bulan biasanya menebar 30 hingga 50 ribu benih. Namun sejak awal Mei, dia telah melakukan penyebaran benih sebanyak 10 kali di empat kolam budidaya tanpa menghasilkan panen yang optimal.
“Perbedaan suhu yang ekstrem itu membuat ikan menjadi lambat tumbuh, nafsu makannya menurun, dan angka kematian meningkat. Setiap bulan hampir 10 ribu ekor benih mati,” ujar Ardiansyah ditemui di kolam budidayanya.
Kondisi tersebut membuat kerugian yang dialami mencapai Rp 50 juta hingga Rp100 juta. “Padahal biaya operasional budidaya yang harus dikeluarkan setiap bulan mencapai sekitar Rp 10 juta. Meliputi biaya pakan, listrik, obat-obatan juga ongkos pekerja,” ungkapnya.
Baca Juga: Ingin Ikan Cupang Warnanya Tetap Cerah? Laskukan Beberapa Hal Ini
Sementara itu, Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Maju Mandiri Santoso mengatakan, kelompoknya beranggotakan sekitar 50 peternak ikan cupang. Saat ini hanya sebagian kecil peternak yang masih dapat menikmati hasil panen, sedangkan sebagian besar mengalami penurunan produksi akibat suhu yang tidak stabil.
“Perubahan suhu membuat pertumbuhan ikan melambat dan tingkat kematian benih tinggi. Akibatnya banyak peternak yang gagal panen,” kata Santoso.
Untuk meminimalkan kerugian, Santoso menyarankan beberapa strategi yang dapat diambil oleh para peternak. Pertama, mengurangi frekuensi penyebaran benih. Kedua, memilih kolam yang mendapatkan intensitas sinar matahari cukup. Ketiga, rutin menambah air kolam agar suhu tetap stabil. Keempat, menggunakan indukan berkualitas agar benih lebih kuat menghadapi perubahan cuaca.
Baca Juga: Agar Ikan Cupang Menjadi Berani, Lakukan 4 Tips ini
“Kalau seperti ini kurangi penyebaran benih. Tempatkan ikan di kolam yang sinar matahari cukup, sering isi air baru, dan ganti indukan yang bagus,” tandasnya.
Para peternak pun berharap kondisi cuaca segera kembali normal. Itu agar produksi ikan cupang di Sentra Ikan Betta Ketami berjalan seperti biasanya. Tak hanya itu, mereka juga berharap angka kematian benih menurun. Sehingga bisa panen dalam jumlah banya mengingat usaha budidaya ikan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat.
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri