Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rally Harga Minyak Bikin Emas Kembali Tertekan, Prospek Suku Bunga Jadi Sorotan Investor

Shinta Nurma Ababil • Kamis, 16 Juli 2026 | 13:35 WIB
Ilustrasi emas batangan. (Antara)
Ilustrasi emas batangan. (Antara)

JP Radar Kediri – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Rabu (15/7/2026), setelah sempat menguat 2% pada sesi sebelumnya. Koreksi ini terjadi seiring kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran terhadap inflasi sekaligus menyuntikkan ketidakpastian baru terhadap prospek suku bunga Amerika Serikat (AS) kondisi yang membebani logam mulia sebagai aset tanpa imbal hasil.

Baca Juga: Siapa Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah? Muncul Nama Kuntadi Kepala BPA Kejagung

Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$4.035,67 per ons pada pukul 03.00 GMT. Sejalan dengan itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turut terpangkas 0,7% menjadi US$4.042,20 per ons.

Sempat Melonjak 2% Usai Data Inflasi AS Melandai

Sehari sebelumnya, harga emas sempat melesat lebih dari 2% hingga menyentuh US$4.100,49 per ons pada Selasa, pulih dari titik terendah dalam dua minggu terakhir. Penguatan tersebut dipicu data yang menunjukkan inflasi konsumen AS melambat lebih tajam dari perkiraan pada Juni, seiring turunnya harga energi.

Seorang analis menyoroti bahwa pasar tampaknya mulai mengabaikan data inflasi konsumen (CPI) yang dianggap sebagai indikator yang agak tertinggal, sebab kebijakan blokade Trump terhadap Selat Hormuz-lah yang justru mendorong harga minyak naik dan menekan harga emas.

Baca Juga: Lima Hari Terakhir Harga Buncis dan Timun Naik, Mengapa Tomat Tetap Murah?

Indeks Harga Produsen (PPI) AS, dijadwalkan rilis pada hari yang sama, diperkirakan bakal memberi gambaran lebih jelas soal arah inflasi ke depan. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed September beradan di sekitar 58%, turun dari 76% sebelum rilis data CPI. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember masih diperkirakan sekitar 80%.

Oleh: Zebita Rizqi Priyangga

Univ: Universitas Negeri Yogyakarta

Editor : Shinta Nurma Ababil
Terkinihargaemas menguat harga emas emas inflasi