JP Radar Kediri – Pergerakan harga sayuran di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, masih fluktuatif. Dalam kurun lima hari terakhir, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, sementara beberapa lainnya justru turun seiring perubahan pasokan dari petani.
Berdasarkan data Asosiasi Pedagang Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, harga buncis naik cukup tajam. Pada 8 Juli masih berada di kisaran Rp 4 ribu per kilogram, sedangkan pada 13 Juli melonjak menjadi Rp 15 ribu per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada timun yang naik dari Rp 11 ribu menjadi Rp 16 ribu per kilogram. Gambas ikut meningkat dari Rp 3 ribu menjadi Rp 7 ribu per kilogram. Kacang panjang juga terkerek dari kisaran Rp 7-9 ribu menjadi Rp 8-10 ribu per kilogram.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami penurunan. Jagung manis turun dari Rp 2 ribu menjadi Rp 3 ribu per tiga buah, tomat tetap berada di level rendah sekitar Rp 2 ribu per kilogram, sedangkan terong ungu bertahan di kisaran Rp 4 ribu per kilogram.
Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, mengatakan perubahan harga merupakan hal yang lumrah terjadi di pasar induk karena dipengaruhi kondisi pasokan dan permintaan setiap hari.
"Harga sayuran memang berubah hampir setiap hari. Kalau pasokan dari petani melimpah, biasanya harga ikut turun. Sebaliknya kalau pasokan berkurang sementara permintaan naik, harga akan ikut terkerek. Kondisinya masih normal dan stok di Pasar Induk Pare tetap aman," ujarnya.
Suyono menambahkan distribusi sayuran dari sentra produksi di Kabupaten Kediri maupun daerah sekitar masih berjalan lancar. Karena itu, ia optimistis kebutuhan pedagang hingga masyarakat tetap dapat terpenuhi meski terjadi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas. (c2)
Editor : Mahfud