JP Radar Kediri – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan sesi I, Selasa (14/7/2026), dengan sentimen positif dari dalam negeri khususnya afirmasi peringkat utang Indonesia oleh S&P Global Ratings menjadi penopang utama laju indeks. Pada sesi tersebut, IHSG tercatat naik 36 poin atau 0,61% ke level 6.074.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juli 2026: Antam, Galeri24, UBS Turun Segini
Ketegangan Selat Hormuz Masih Jadi Ancaman Global
Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, penguatan IHSG terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Pelaku pasar masih mencermati langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengumumkan pemberlakuan kembali blokade terhadap pengiriman Iran melalui Selat Hormuz.
Tak hanya itu, Trump juga mengumumkan pungutan sebesar 20% terhadap seluruh kargo yang melintasi selat strategis tersebut. Kebijakan ini memicu lonjakan harga minyak dunia sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko inflasi dan perlambatan ekonomi global.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20.000, Cek Rincian per Gramnya
Menurut Pilarmas, pasar global masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut, yang membuat investor cenderung mulai mengurangi eksposur pada aset-aset berisiko.
Peringkat Utang BBB dengan Outlook Stabil Jadi Penopang
Kendati sentimen eksternal cenderung negatif, IHSG mampu bertahan di jalur hijau berkat sentimen domestik yang positif. S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat utang (Sovereign Credit Rating) Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.
Pilarmas menilai, keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan lembaga pemeringkat internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia, termasuk komitmen pemerintah menjaga defisit fiskal di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Outlook stabil ini turut menunjukkan keyakinan pasar terhadap kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi di tengah tingginya ketidakpastian global.
Pilarmas menegaskan bahwa terjaganya peringkat utang tersebut memberi sinyal bahwa perekonomian nasional masih memiliki daya tahan kuat serta prospek pertumbuhan yang tetap solid ke depan.
Saham PRDL Kembali Jadi Penggerak Utama
Dari sisi perdagangan saham, sejumlah emiten mencatat penguatan signifikan pada sesi I, di antaranya PRDL, AGAR, ISEA, BRNA, dan SKBM. Sebaliknya, saham JELI, KONI, COCO, SOSS, dan TYRE menjadi deretan saham dengan pelemahan terdalam.
Pilarmas turut merekomendasikan beli untuk saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dengan level support di 344 dan resistance di 388.
Oleh: Zebita Rizqi Priyangga
Univ: Universitas Negeri Yogyakarta
Editor : Shinta Nurma AbabilSumber : Antara News