JP Radar Kediri – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (10/7/2026) di zona hijau dengan penguatan 0,20% ke level 5.924,36. Penguatan indeks tersebut ditopang oleh pergerakan saham CASA, BMRI, dan AMMN yang menjadi kontribusi utama, sementara BREN, ASII, dan TLKM justru menjadi pemberat laju IHSG pada perdagangan tersebut.
Asing Masih Net Sell, Sektor Energi Jadi Penopang
Investor asing tercatat masih melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp288,90 miliar di pasar reguler dan Rp421,51 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, delapan dari sebelas sektor berhasil ditutup di zona positif, dengan sektor energi mencatat penguatan terbesar sebesar 0,91%. Sebaliknya, sektor industri menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 0,48%.
Di pasar global, ketiga indeks utama Wall Street turut kompak ditutup menguat, dengan Dow Jones naik 0,29%, S&P 500 bertambah 0,42%, dan Nasdaq menguat 0,29%.
Pipeline IPO Masih Ramai, Rata-Rata Oversubscribe 40 Kali
Aktivitas pasar primer dalam negeri masih menjadi sorotan setelah enam emiten yang melantai di bursa pekan sebelumnya mendapat sambutan positif dari investor, dengan rata-rata tingkat kelebihan permintaan (oversubscription) mencapai 40,5 kali. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga melaporkan masih ada empat calon emiten dalam antrean penawaran umum perdana (IPO) untuk paruh kedua 2026. Seiring perkembangan ini, ETF EIDO menguat 0,42%, sementara indeks MSCI Indonesia bergerak relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,04%.
Baca Juga: Petani Kota Tahu Putar Otak Hadapi Kemarau Panjang Mulai Terapkan AWD dan Pupuk Organik
Sorotan Aksi Korporasi
Dari sisi korporasi, Medco Energi Internasional (MEDC) tengah mempersiapkan pengeboran empat sumur eksplorasi baru pada kuartal III-2026 dengan total anggaran sekitar US$54,5 juta, yang akan difokuskan di Blok Corridor, Blok Madura Offshore, dan Blok South Sumatra. Perseroan telah merampungkan persiapan lokasi Sumur Rebonjaro Dalam-3 di Blok Corridor dengan estimasi biaya US$28 juta, sementara pengeboran Sumur Appraisal MS2-2 di Blok Madura Offshore dijadwalkan mulai Agustus 2026 dengan kebutuhan dana sekitar US$16,5 juta. Rangkaian Eksplorasi ini menjadi bagian dari target produksi 165.000-170.000 BOEPD pada 2026.
Astra International (ASII) membukukan penjualan mobil wholesales sebanyak 222.371 unit sepanjang semester I-2026, tumbuh 10% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Khusus Juni 2026, penjualannya mencapai 40.235 unit atau melonjak 37% secara tahunan, dengan pangsa pasar perseroan telah melampaui 50% sejak Mei 2026. Secara industri, penjualan mobil nasional tercatat 436.567 unit pada semester I-2026, tumbuh 16% yoy dan setara sekitar 51% dari target penjualan nasional 2026 sebesar 850.000 unit.
Sementara itu, Asuransi Harta Aman Pratama (AHAP) berencana menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) V lewat penerbitan maksimal 3,5 miliar sesuai aturan OJK. Perdagangan HMETD ini dijadwalkan berlangsung pada 28 September hingga 2 Oktober 20206.
Saham-Saham yang Dicermati Analis Mega Capital Sekuritas
Berdasarkan analisis PT Mega Capital Sekuritas, berikut level saham yang dicermati untuk perdagangan hari ini:
· ADRO — area beli 2360-2380 | target 2410-2460 | stop loss 2260
· CYBR — area beli 590-600 | target 610-620 | stop loss 570
· ELSA — area beli 640-650 | target 660-675 | stop loss 610
· LSIP — area beli 1280-1290 | target 1305-1330 | stop loss 1220
· DEWA — area beli 330-334 | target 340-348 | stop loss 312
Disclaimer: seluruh analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.
Oleh: Zebita Rizqi Priyangga
Univ: Universitas Negeri Yogyakarta
Editor : Shinta Nurma Ababil