KEDIRI, JP Radar Kediri – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi di Kota Kediri pada Juni 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) mencapai 0,12 persen. Tercatat kelompok transportasi memberikan andil terbesar terhadap kenaikan harga secara umum.
“Pada bulan Juni 2026 terjadi inflasi month to month sebesar 0,12 persen. Kemudian inflasi year to date 1,27 persen dan inflasi year on year sebesar 2,92 persen,” ujar Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono.
Baca Juga: Inflasi Juni 2026 Naik ke 3,34 Persen, Harga BBM dan Bahan Pangan Jadi Biang Kerok
Untuk diketahui, inflasi m-to-m Kota Kediri lebih rendah dibandingkan Jawa Timur sejumlah 0,30 persen dan nasional 0,44 persen. Dengan penyumbang utama inflasi adalah kelompok transportasi yang memiliki andil 0,25 persen. Yang kenaikannya terjadi sebesar 1,92 persen.
Terutama dipengaruhi oleh naiknya harga bensin setelah penyesuaian harga BBM non subsidi pada 10 Juni 2026. Rinciannya Pertamax dari 12.300 per liter menjadi 16.250. Kemudian Pertamax Turbo dari Rp 19.900 menjadi Rp 20.750 per liter.
“Kenaikan harga BBM non subsidi tersebut turut mendorong kenaikan biaya transportasi dan berdampak pada inflasi secara keseluruhan,” imbuh bapak tigak anak itu. Dia menyebut bensin memiliki andil inflasi m-to-m sebesar 0,20 persen dan terjadi kenaikan sebesar 3,53 persen.
Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, selain bensin, beberapa komoditas juga menjadi faktor penyumbang inflasi. Seperti bawang putih dengan andil inflasi 0,06 persen.
Selanjutnya, ada emas perhiasan, angkutan udara, dan bawang merah dengan andil inflasi 0,03 persen. “Bawang putih ini memang impor. Jadi ketika dollar naik maka akan berpengaruh pada harga,” ucap pria yang hobi lari tersebut.
Lebih lanjut Emil menjelaskan, inflasi membuat ada beberapa hal yang perlu diwaspadai terjadi pada bulan Juli. Pertama, penyesuaian tarif BBM non subsidi masih akan berlangsung. Konflik geopolitik sangat berpengaruh terhadap harga minyak dunia. Efek domino dari kenaikan BBM masih akan dirasakan sepanjang Juli.
Baca Juga: Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55%, Harga Pangan Makin Berat Jelang Ramadhan
Kedua, berkaitan dengan daging ayam Ras, telur ayam Ras, dan komoditas bahan pangan lainnya juga perlu menjadi perhatian. Utamanya terkait ketersediaan stok dan distribusi komoditas bahan pangan. “Akibat pengaruh cuaca dan permintaan selama Juli,” pungkas Emil. (la/tar)
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri