Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harga Telur dan Daging Ayam Anjlok, Picu Deflasi di Kota Kediri!

Hilda Nurmala Risani • Minggu, 5 Juli 2026 | 20:51 WIB
pedagang ayam potong di Pasar Setonobetek melayani pembeli. (HILDA NURMALA RISANI/JPRK)
pedagang ayam potong di Pasar Setonobetek melayani pembeli. (HILDA NURMALA RISANI/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri– Harga telur dan daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kota Kediri mengalami penurunan. Kondisi itu sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Bahkan, selisih penurunannya mencapai sekitar Rp 5 ribu di beberapa pasar.

Seperti yang diungkapkan Wiwit, pedagang telur di Pasar Setonobetek. Menurutnya, penurunan harga telur terjadi secara bertahap. Sebelumnya, harga telur masih berkisar Rp 25 ribu sampai Rp 27 ribu per kilogram (kg).

Sekarang hanya dijual Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per kilogram,” ujar Wiwit.

Baca Juga: Permintaan Telur Melonjak Tajam di Kediri, Dipicu Konsumsi dan Program MBG

Menurutnya, penurunan terjadi karena produksi telur yang melimpah. Sehingga  stok di tingkat peternak melimpah. Kondisi itu berdampak langsung pada harga jual di tingkat pedagang.

"Stok dari peternak masih banyak, jadi harga terus menyesuaikan," imbuhnya.

Tak hanya dipicu melimpahnya pasokan, penurunan harga juga disinyalir karena permintaan pasar yang turun. Selama libur sekolah, operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara. Wiwit menengarai kondisi itu turut memicu turunnya permintaan telur.

Baca Juga: Peternak Telur Puyuh Kediri Banjir Pesanan MBG, Sampai Ratusan kg Perhari

Tak hanya itu, harga daging ayam juga terpantau anjlok. Dari harga sebelumnya Rp 35 ribu per kg kini hanya Rp 30 ribu per kg. “Penurunan daging ayam sejak satu minggu yang lalu,” ujar Siti Muna, pedagang daging ayam di Pasar Setonobetek.

Senada dengan Wiwit, menurutnya turunnya harga itu dipicu stok yang melimpah. Sedangkan permintaan berkurang. Meski demikian penjualan pedagang tetap stabil seperti hari biasa.

“Dalam satu harinya mampu menjual hingga 100 ekor ayam,” ungkapnya.

Baca Juga: Resep Oseng Tahu Telur Kucai: Menu Sahur Sat-Set, Enak, dan Ramah di Kantong!

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri Emil Wahyudiono menyebut jika dua komoditas tersebut memberi andil penahan inflasi. “Penurunan harga telur dan daging ayam Ras ini picu deflasi,” ujar Emil.

Dia membeberkan, telur ayam Ras memiliki nilai andil inflasi sejumlah -0,03. Sedangkan daging ayam andil inflasi -0,15.

“Perlu diperhatikan ketersediaan stok dan distribusi komoditas bahan pangan. Utamanya yang berkaitan dengan cuaca dan permintaan,” terang Emil terkait hal yang perlu diwaspadai. 

 

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#MBG LIBUR #anjlok #daging ayam #telur #pasar setonobetek