JP Radar Kediri – Harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada Jumat (3/7). Berdasarkan pembaruan harga yang dirilis Asosiasi Pedagang Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, timun menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi, yakni Rp8.000 per kilogram.
Selain timun, harga buncis berada di kisaran Rp5.000-Rp6.000 per kilogram. Kacang panjang dijual Rp6.000-Rp8.000 per kilogram, sedangkan gambas berkisar Rp5.000-Rp6.000 per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, tomat dibanderol Rp2.000-Rp2.500 per kilogram, terong Rp2.000-Rp4.000 per kilogram, pare Rp2.000 per kilogram, jagung manis Rp2.000-Rp2.300 per kilogram, sawi Rp3.000-Rp3.500 per kilogram, kangkung Rp1.000-Rp1.500 per kilogram, dan bayam Rp2.000-Rp3.500 per kilogram.
Sementara itu, bawang prei tercatat di harga Rp12.000 per kilogram, sedangkan brambang sentir berada di kisaran Rp10.000 per kilogram.
Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, mengatakan informasi harga tersebut menjadi acuan bagi pedagang maupun petani dalam memantau perkembangan pasar setiap hari.
"Harga komoditas hortikultura memang dinamis. Perubahan bisa terjadi mengikuti pasokan dari petani dan permintaan pasar. Karena itu kami rutin memperbarui informasi agar pedagang maupun petani memiliki gambaran kondisi harga terkini," ujarnya.
Selain sayuran konsumsi, APCI juga mencatat harga cabai berdasarkan varietas. Cabai ori berada di kisaran Rp35.000-Rp39.000 per kilogram, Asmoro Rp35.000-Rp38.000 per kilogram, Kamelia Rp34.000-Rp36.000 per kilogram, Temanggung Rp34.000 per kilogram, keriting Rp21.000-Rp23.000 per kilogram, dan TW Super berkisar Rp16.000-Rp18.000 per kilogram.
Suyono menambahkan, pelaku usaha diharapkan terus mengikuti perkembangan harga harian agar transaksi di tingkat petani maupun pedagang berlangsung lebih efektif.
"Kami berharap informasi harga yang disampaikan setiap hari bisa menjadi referensi bersama. Dengan begitu, pelaku usaha dapat mengambil keputusan jual beli berdasarkan kondisi pasar yang sedang berjalan," pungkasnya. (c2)
Editor : Imam Fathoni