JP Radar Kediri- Kinerja PT Gudang Garam Tbk selama 2025 silam belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Meski demikian, mereka berhasil mengerek laba sedikit lebih tinggi.
Sebanyak Rp 1,54 triliun di antaranya dibagikan kepada pemegang saham.
Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan di Hotel Grand Surya kemarin (23/6), perseroan menyepakai membagikan deviden Rp 800 per lembar saham.
Jumlah tersebut naik dibanding deviden tahun lalu yang hanya Rp 500 per lembar saham.
Baca Juga: PT Gudang Garam Tbk Bagikan Deviden Rp 962 Miliar! Penjualan 2024 Merosot, Laba GG ‘Terjun Bebas’
Dalam annual report 2025, perusahaan rokok yang berpusat di Kediri itu mengakui jika mereka masih menghadapi berbagai tantangan.
Di antaranya karena masih maraknya peredaran rokok yang tidak memenuhi ketentuan cukai.
Kemudian, daya beli konsumen yang turun—khususnya dari kelompok menengah ke bawah—imbas perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Kondisi tersebut berdampak pada penurunan pendapatan tahun 2025. Jika di 2024 Gudang Garam membukukan pendapatan Rp 98,7 triliun, tahun 2025 lalu merosot menjadi Rp 89,4 triliun.
Penurunan pendapatan, salah satunya dipicu penurunan volume penjualan rokok dan penurunan pendapatan konstruksi.
Penjualan rokok turun sebesar 9 persen. Yakni, 2024 sebesar Rp 96 triliun menjadi Rp 87,4 triliun pada 2025 lalu.
Demikian pula pendapatan konstruksi yang sebelumnya Rp 1,6 triliun, menjadi Rp 820,7 miliar di 2025 lalu.
Khusus untuk penjualan rokok sigaret kretek mesin (SKM), tahun 2025 juga turun sebesar 11,4 persen.
Jika 2024 sebesar 45 miliar batang, tahun 2025 hanya 39,9 miliar batang.
Senada dengan SKM, penjualan rokok sigaret kretek tangan (SKT) juga turun 16,5 persen. Jika 2024 bisa mencapai 8,1 miliar batang, tahun 2025 hanya 6,8 miliar batang.
“(Penurunan volume penjualan, Red) lebih banyak disebabkan konsumen segmen menengah ke bawah beralih ke rokok lebih murah,” tulis Presiden Direktur PT Gudang Garam Tbk Susilo Wonowidjojo, dalam Laporan Keuangan Tahun 2025.
Meski demikian, perseroan berhasil mencatatkan kenaikan laba akibat penyesuaian harga yang dilakukan.
Laba tahun 2025 naik menjadi Rp 1,6 triliun, atau setara dengan laba per saham sebesar Rp 809.
Capaian itu meningkat dibandingkan tahun 2024 lalu yang hanya Rp 980,8 miliar, atau setara Rp 510 per saham.
Untuk diketahui, dalam RUPS yang digelar di Hotel Grand Surya kemarin juga menghasilkan beberapa keputusan lain.
Salah satunya perubahan susunan pengurus perusahaan. Adhi Wibhawa Wonowidjojo diangkat sebagai komisaris perseroan. Di luar itu, tidak ada perubahan pada susunan dewan komisaris dan direksi.
Baca Juga: Megahnya Kontingen PT Gudang Garam Tbk yang Usung Romansa Ande-Ande Lumut saat Apeksi Nite Carnival
Jabatan presiden komisaris masih dipegang Juni Setiawati Wonowidjojo.
Kemudian jabatan komisaris independen juga masih dipegang Frank Willem van Gelder, Gotama Hengdratsonata, serta Hanlim Suprianto.
Selanjutnya, di jajaran direksi, jabatan presiden direktur masih dipegang Susilo Wonowidjojo.
Kemudian, wakil presiden direktur di tangan Indra Gunawan Wonowidjojo. Selanjutnya, Heru Budiman, Herry Susianto, Istata Taswin Siddharta, Andik Wahyudi, Hamdhany Halim, Slamet Budiono, serta Sony Sasono Rahmadi di jajaran direktur.
Editor : Mahfud