JP Radar Kediri– Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kediri mulai menunjukkan geliatnya. Dari total 344 KDMP, beberapa di antaranya kini sudah mulai beroperasi. Dua di antaranya berada di Desa/Kecamatan Wates dan Desa Bogem, Kecamatan Gurah.
Ketua KDMP Desa Wates Toni Subagio mengatakan, toko koperasi tersebut baru mulai beroperasi dalam dua hari terakhir. Mayoritas barang yang tersedia merupakan kebutuhan pokok rumah tangga. Seperti beras, minyak goreng, sabun, gula, hingga produk kebutuhan sehari-hari lainnya.
“Baru buka dua hari. Barang yang dijual sekitar 100 item dan semuanya didrop dari Agrinas,” ujarnya.
Menurut Toni, antusiasme warga cukup tinggi sejak hari pertama operasional. Banyak masyarakat datang untuk melihat langsung sekaligus mencoba berbelanja di toko koperasi tersebut. Pada hari pertama pembukaan, tercatat sebanyak 22 transaksi dengan total omzet hampir mencapai Rp 1 juta.
Produk yang paling banyak dicari warga adalah beras dan minyak goreng. Selain karena merupakan kebutuhan pokok, harga yang ditawarkan juga dinilai lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.
“Ada selisih harga lebih murah berkisar Rp 1.000 hingga Rp 2.000. Untuk beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp 58 ribu, sedangkan beras 64 Super kemasan 10 kilogram hasil pertanian desa itu dibanderol Rp 142 ribu,” lanjutnya.
Baca Juga: Lipsus Koperasi Merah Putih: Mampukah Memenuhi Ekspektasi Penguatan Ekonomi Rakyat?
Hal serupa terjadi di KDMP Desa Bogem, Kecamatan Gurah. Wakil Kepala Toko KDMP Desa Bogem Denta mengatakan sejak dibuka pada Minggu (31/5), jumlah pembeli terus bertambah setiap harinya. “Yang paling banyak dicari juga beras dan minyak goreng,” ucap Toni.
Omzet harian yang diperoleh KDMP Desa Bogem rata-rata mencapai Rp 700 ribu. Bahkan sempat menembus Rp 1 juta saat stok beras SPHP masih tersedia dalam jumlah banyak.
Meski demikian, operasional KDMP masih terbatas. Toko hanya buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dan saat ini belum melayani pembayaran digital. Seluruh transaksi masih dilakukan secara tunai.
Ke depan, pengelola berharap keberadaan KDMP dapat menjadi alternatif belanja kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa.
Editor : Andhika Attar Anindita