Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dollar Hari Ini Tembus Rp18.000, Rupiah Merana, Begini Kata Menkeu Purbaya hingga BI

Shinta Nurma Ababil • Kamis, 4 Juni 2026 | 10:21 WIB
Mata Uang Dollar dan Rupiah
Mata Uang Dollar dan Rupiah

JP Radar Kediri - Dollar hari ini tembus Rp18.024 pada Kamis, 4 Juni 2026. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah hingga menembus level psikologis baru.

Level ini menjadi perhatian karena merupakan salah satu batas psikologis penting dalam pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS.

Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap dampaknya pada berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, investasi, hingga daya beli masyarakat.

Baca Juga: Tanggapan Presiden Prabowo atas Penangkapan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana

Perbandingan Data Kurs Dolar Hari Ini: Investing, Google, dan Bloomberg

Berdasarkan pantauan dari berbagai sumber data keuangan pada Kamis (4/6/2026), berikut adalah rincian pergerakan kurs dolar AS terhadap rupiah:

Investing: Dolar AS menguat sekitar 49,4 basis poin atau 0,28 persen ke level Rp18.015. Sepanjang hari, volatilitas bergerak dalam rentang Rp17.937 hingga Rp18.024.

Google Finance: Dolar AS sempat menyentuh Rp18.010 pada pukul 06.23 WIB (23.23 UTC), sebelum akhirnya turun tipis ke level Rp17.971 pada pukul 07.15 WIB (00.15 UTC).

Bloomberg: Mencatat penguatan dolar AS sebesar 0,71 persen secara harian, dengan posisi terakhir bertengger di level Rp17.966.

Baca Juga: Harvard Gugat Pemerintah Trump atas Pemotongan Dana Penelitian 2,3 Miliar Dollar

Mengapa Rupiah Terus Tertekan? Ini Analisis Pengamat

Sederet faktor eksternal dan internal dinilai menjadi motor utama pelemahan mata uang regional, termasuk rupiah. Ketika ketidakpastian global meningkat, investor cenderung memindahkan aset mereka ke tempat yang lebih aman (safe haven) seperti dolar AS.

Analis mata uang, Ariston Tjendra, mengungkapkan bahwa ketegangan geopolitik menjadi katalis utama sentimen negatif saat ini.

"Penggerak utama pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih soal konflik AS dan Iran. Kabar terbaru, AS dan Iran masing-masing belum sepakat damai, bahkan saling serang yang mendorong kenaikan harga minyak mentah," kata Ariston.

Senada dengan hal tersebut, analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menambahkan bahwa pelaku pasar tengah mengkhawatirkan dampak konflik Timur Tengah terhadap pasokan energi global. Negosiasi yang buntu antara AS dan Iran kian menambah ketidakpastian di pasar finansial.

Dampak dari lonjakan kurs ini diprediksi akan mengerek biaya impor (Tom yang berpotensi menaikkan harga bahan baku industri dan barang konsumsi di dalam negeri).

Baca Juga: Harta Kekayaan Dadan Hindayana, Mantan Kepala BGN yang Ditangkap Kejagung Terkait Korupsi MBG Ini Punya  Milyaran

Menkeu Purbaya Bantah Isu Kebijakan Fiskal "Ugal-ugalan"

Merespons fluktuasi tajam ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis tudingan yang menyebut bahwa pelemahan rupiah disebabkan oleh pengelolaan anggaran negara yang buruk.

"Banyak yang bilang (rupiah melemah) gara-gara (kebijakan) fiskalnya berantakan. Kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngawur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu," tegas Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Purbaya mengklaim kondisi fiskal Indonesia di tahun 2026 justru menunjukkan performa yang lebih sehat dibanding tahun lalu. Indikator utamanya adalah realisasi penerimaan pajak yang tumbuh positif sebagai buah dari reformasi perpajakan berkelanjutan.

Langkah Antisipasi Bank Indonesia: Jaga Stabilitas Pasar

Menyikapi tekanan yang dialami rupiah, Bank Indonesia (BI) memastikan tidak akan tinggal diam. Bank sentral menegaskan komitmennya untuk melakukan intervensi di pasar guna mengawal volatilitas nilai tukar agar tetap terukur.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa BI akan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang ada demi menjaga kecukupan likuiditas valuta asing (valas).

"BI terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan," ujar Denny dalam keterangan tertulisnya.

BI optimistis langkah-langkah terukur ini mampu memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional di tengah guncangan geopolitik global yang masih dinamis.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#nilai tukar rupiah #dollar hari ini #nilai tukar dolar #dollar #rupiah