KEDIRI, JP Radar Kediri- Lesunya aktivitas di Pasar Setonobetek mulai dirasakan para pedagang sepanjang tahun ini. Penurunan jumlah pembeli disebut terjadi seiring perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih banyak membelanjakan uang untuk makanan dan minuman jadi dibanding berbelanja bahan mentah di pasar tradisional.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Inflasi di Kediri, Harap Produsen Pangan Lakukan Intensifikasi
Sriyu, 55, pedagang sembako yang berjualan di Pasar Setonobetek mengaku kondisi pasar terus menurun sepanjang tahun ini. Menurutnya, penghasilan pedagang ikut berkurang akibat sepinya pembeli.
“Pasar sekarang sepi, penurunannya lumayan. Tahun ini terasa sekali pembelinya berkurang,” ujarnya.
Fenomena ini dinilai selaras dengan perubahan pola konsumsi masyarakat perkotaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri tahun 2025, rata-rata pengeluaran masyarakat untuk makanan dan minuman jadi mencapai angka Rp 299.276.
“Berdasarkan data BPS Kota Kediri tahun 2025, rata-rata pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi mencapai angka Rp 299.276, lebih tinggi dibanding sejumlah pengeluaran bahan pokok lainnya. Ini menunjukkan masyarakat kini cenderung memilih konsumsi praktis seperti makanan siap saji maupun pesan antar,” ujar Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono.
Perubahan gaya hidup tersebut menjadi salah satu isu yang banyak diperbincangkan masyarakat. Kemudahan layanan digital, meningkatnya budaya konsumsi instan, hingga kesibukan masyarakat perkotaan dinilai membuat belanja kebutuhan dapur di pasar tradisional mulai berkurang.
Baca Juga: Daftar 5 Bansos Cair Mei 2026, Program PKH, BPNT, Sembako, hingga PIP
Kondisi itu berdampak langsung pada pedagang pasar yang selama ini bergantung pada belanja harian masyarakat. Jika tren tersebut terus berlangsung, pasar tradisional dikhawatirkan semakin kehilangan pembeli. Terutama dari kalangan muda yang kini lebih memilih belanja cepat dan praktis.
Pedagang berharap ada upaya penguatan pasar tradisional agar tetap mampu bersaing di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat dan gempuran gaya hidup serba instan. (c1/tar)