Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harga Minyak Goreng Merangkak Naik Sepekan Terakhir namun Penjualan Menurun Puluhan Persen!

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 28 April 2026 | 22:29 WIB
Pedagang menunjukkan migor yang di jual di kiosnya. (Hilda/JPRK)
Pedagang menunjukkan migor yang di jual di kiosnya. (Hilda/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri- Harga minyak goreng (migor) naik dalam sepekan terakhir. Kenaikannya mencapai Rp 500 sampai Rp 1.000 per liter. Yang turut membuat penjualan di pasar tradisional menurun. Bahkan terasa hingga setengahnya.

“Kenaikan harga minyak goreng kemasan sudah satu minggu terakhir ini,” ujar Tina, pedagang pracangan di Pasar Setonobetek, Kota Kediri.

Kenaikan ini, menurutnya, berbeda-beda. Bergantung pada merek masing-masing. Seperti pada migor merek Tropical dengan kemasan 1 liter dijual dengan harga Rp 22.500. Padahal sebelumnya di harga Rp 22 ribu. Kemudian migor merek Rizki kemasan 800 mililiter (ml) dari Rp 18.500 menjadi Rp 19.000. Selanjutnya migor merek Fitri dari Rp 9.500 menjadi Rp 10 ribu.

“Sedangkan untuk yang kemasan 220 ml dari harga Rp 5 ribu menjadi Rp 5.500,” bebernya. Kini yang mengalami penurunan justru minyak goreng curah dari Rp 23 ribu menjadi Rp 22 ribu.

Baca Juga: Harga Telur dan Migor di Kediri Makin Gacor

Menurutnya, kenaikan harga migor dipicu oleh gejolak global serta naiknya biaya bahan kemasan terutama plastik. Yang secara tidak langsung kondisi ini membuat harga jual di tingkat pasar ikut terdongkrak.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kenaikan harga ini menyebabkan penjualan di kiosnya menurun drastis. Jika sebelumnya bisa menjual migor kemasan 10 liter per hari sekarang tinggal 5 liter saja. “Meskipun curah turun penjualan juga tetap berkurang. Dulu bisa 12 kilogram (kg) sehari sekarang 6 kg saja,” tandas perempuan domisili Kecamatan Kota.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh Ardi. Penjualan minyak goreng di kiosnya turun sekitar 30 persen sejak harga naik. “Kenaikannya di angka Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per liter sejak seminggu terakhir,” ujar bapak 2 anak itu.

Baca Juga: Catut Koperasi Polri, Investasi Migor Curah Zonk

Tak hanya harga yang naik, pedagang juga mengeluhkan terbatasnya pasokan minyak goreng subsidi seperti Minyakita. Dalam kondisi normal, mereka bisa mendapat pasokan hingga 30 karton per minggu. Kini jumlahnya menyusut drastis menjadi sekitar 13 karton.

Dia pun menyebut jika keterbatasan stok ini makin memperparah kondisi pasar. Konsumen kesulitan mencari minyak goreng dengan harga terjangkau. Sementara pedagang kehilangan potensi penjualan. “Harapannya harga kembali normal. Kalaupun tidak ada subsidi Minyakita, kalau harga stabil bisa dialihkan ke merek yang lain,” pungkasnya. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#puluhan persen #omset turun #harga naik #migor #pasar tradisional