KEDIRI, JP Radar Kediri- Meskipun sempat mengalami penurunan, harga emas di pasaran kini mulai merangkak naik. Berada di harga Rp 2,9 juta per gramnya.
Hal itu diungkapkan oleh CRO Pegadaian Cabang Kediri Yuli Kurniawan Syahputra. Dia menyebut harga emas merangkak naik beberapa minggu terakhir ini.
“Kemarin harga sempat turun saat mendekati Lebaran. Yaitu Rp 2,7 juta per gramnya, sekarang sudah Rp 2,9 juta per gram,” ujar Yuli.
Untuk diketahui, harga emas yang mengalami penurunan saat mendekati momen Lebaran itu dikarenakan banyak masyarakat yang menjual untuk kebutuhan.
Tak heran penjualan saat itu juga mengalami penurunan hingga separonya.
Jika biasanya per hari bisa menjual 20 keping emas dengan beragam ukuran berat, saat itu hanya bisa terjual 10 keping saja.
“Dulu waktu harga turun terjual cuma separonya saja. Sekarang setelah Lebaran harga sudah merangkak naik,” imbuhnya.
Baca Juga: Meski Mahal, Minat Beli Emas di Kediri Tetap Tinggi Usai Lebaran
Meskipun harga emas mengalami kenaikan, minat pembeli tetap tinggi. Itu dibuktikan dengan stok emas yang selalu habis setiap hari dalam hitungan jam.
Padahal terkait stok ini setiap harinya juga berbeda, bergantung pada pemberian pusat. Mulai dari stok 10 sampai 50 keping pun tetap bisa habis.
“Alhamdulilah selalu habis dalam hitungan jam. Sebelum kami membuka layanan pukul 07.30 sudah ada antrean di depan,” tutur Yuli.
Sementara itu, Devi, 28, warga Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, menerangkan jika membeli emas batangan dengan berat 5 gram ini untuk investasi jangka panjang.
“Mengingat harga emas ini selalu cenderung naik maka memilih emas sebagai tabungan adalah pilihan yang tepat,” terang ibu dari satu anak itu.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp45 Ribu, Jadi Rp2.863.000 per Gram
Diakuinya kesadaran investasi emas baru ada sekitar lima bulan terakhir.
Tepatnya saat orang-orang sedang ramai membeli emas batangan untuk tabungan.
“Tidak ada kata terlambat untuk menabung. Selagi masih ada pasti saya beli. Meskipun harga mahal tidak apa-apa karena nanti pasti bisa lebih tinggi lagi,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita