JP RADAR KEDIRI– Viral marketing kini menjadi salah satu strategi penting dalam pemasaran digital. Banyak pelaku bisnis memanfaatkannya karena terbukti mampu memberikan keuntungan dan memperluas jangkauan promosi secara cepat.
Sederhananya, viral marketing bisa dikatakan sebagai strategi pemasaran yang mengandalkan media sosial untuk menyebarkan informasi secara cepat dari satu orang ke orang lain. Strategi ini, cara kerjanya mirip dengan promosi mulut ke mulut (word of mouth), hanya saja dilakukan melalui internet dan berbagai platform digital.
Fenomena viral marketing ini, dibuktikan secara nyata pada pedagang kaki lima di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kediri, yakni penjual pentol Mbah no. Pedagang ini sempat ramai diperbincangkan setelah direview oleh bebarapa food vlogger yang sedang mengulas kuliner di area tersebut pada tahun lalu.
Baca Juga: Tingkatkan Penjualan 2x Lipat! Rahasia Sukses Live Streaming Marketing untuk Pemula
Sejak saat itu, pentol Mbah No semakin dikenal luas dan penjualannya meningkat pesat. Meskipun viral pada tahun lalu dampaknya masih terasa hingga kini. Omzet penjualan terus meningkat bahkan stok penjualan bertambah untuk memenuhi permintaan konsumen dibandingkan sebelum viral.
Pada hari kamis (19/02), kebetulan dagangan pentol Mbah No dijaga oleh adiknya Mas Fendi, biasanya dipegang oleh kakaknya, Mas Ajiz.
Menariknya, sebelum dikenal luas seperti sekarang, pentol Mbah No memiliki sejarah panjang. Usaha ini awalanya dirintis oleh mertua Mas Ajiz. Setelah itu, dilanjutkan oleh Mas Ajiz serta adiknya. Sejak viral dan ramai dikunjungi konsumen di Kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), usaha pentol Mbah No terus bertahan bahkan semakin berkembang hingga sekarang.
“Ya Alhamdulillah penjualan jadi meningkat, dari orang yang tidak tahu menjadi tahu setelah sekali-kali lihat di TikTok, omzet bertambah, dulunya bawa stok 6kg setelah viral jadi 8kg,” Ujar Mas Fendi.
Baca Juga: Tips Mendapatkan Cuan Maksimal saat Ramadhan 2026: Strategi Jualan Laris Manis!
Viral marketing yang dialami pentol Mbah No juga sejalan dengan jurnal "Viral Marketing di Media Sosial sebagai Gaya Baru Komunikasi Pemasaran" oleh Wulan Purnama Sari dan Sinta Paramita (2022).
Penelitian tersebut menjelaskan bahwa konten yang masuk FYP TikTok dapat menyebar luas ke berbagai jaringan sosial dan mempercepat penyebaran informasi layaknya promosi dari mulut ke mulut. Konten yang menarik, mudah diingat, serta memiliki watch time tinggi cenderung lebih cepat didistribusikan kepada audiens yang lebih luas.
Meski pentol Mbah No viral melalui konten orang lain, bukan promosi yang dibuat sendiri, cara kerja penyebarannya tetap mengikuti mekanisme viral marketing di media sosial.
Hal ini, menunjukkan bahwa strategi promosi digital tidak selalu membutuhkan biaya besar. Dari pelaku UMKM hingga bisnis besar, dapat memanfaatkan kekuatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar secara cepat.
Baca Juga: Bulan Penuh Berkah! Pedagang Bunga Tabur di Kediri Kebanjiran Pembeli di Awal Ramadhan
Viral marketing pun kini menjadi salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, selama menghadirkan konten yang menarik perhatian publik dan mudah tersebar di berbagai platform.
Penulis adalah Thalia Angel Kesi, Mahasiswa Politeknik Malang. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian