JP Radar Kediri– Menjelang bulan Ramadan, pedagang bunga musiman mulai menjamur di sudut-sudut kota.
Para pedagang ini memanfaatkan momentum tradisi ziarah kubur atau nyekar yang rutin dilakukan sebelum memasuki bulan puasa.
Salah satu titik keramaian terpantau di sekitar Jalan Pattimura atau tepat di depan Pasar Setono Betek. Di lokasi tersebut, puluhan pedagang menggelar lapak dadakan.
“Saya di sini sejak Minggu dan rencananya sampai Rabu terakhir. Sebelumnya, saya juga sempat melapak di Tulungagung,” ungkap Purwati.
Bunga yang dijajakan cukup beragam. Namun didominasi oleh kenanga dan mawar. Bunga-bunga ini dijual baik secara eceran maupun kiloan. Pembelinya tak hanya masyarakat umum. Tetapi juga pedagang eceran.
Aziz, pedagang lain asal Blitar juga menyediakan bunga dalam bentuk bungkusan kecil seharga Rp 5 ribu.
Sementara untuk pembelian kiloan, dia membanderol bunga kenanga seharga Rp 170 ribu dan mawar seharga Rp 250 ribu.
Dalam beberapa hari terakhir, Aziz mampu menjual hingga 50 kg bunga kenanga dan 10 kg mawar.
Total omzet menembus angka Rp10 juta. Hal senada diungkapkan Hilmi Nuryati, pedagang asal Nganjuk. Ia menyebut omzet hariannya bisa mencapai Rp5 juta.
Editor : Andhika Attar Anindita