Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Parkir Sumbang Pendapatan Tertinggi Pasar Tradisional di Kota Kediri, Tembus Ratusan Juta

Hilda Nurmala Risani • Senin, 2 Februari 2026 | 23:18 WIB

 

 

Ticketing digital di Pasar Banjaran, Kota Kediri.
Ticketing digital di Pasar Banjaran, Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur pasar tradisional terus dilakukan oleh Perumda Pasar Joyoboyo.

Hasilnya dalam satu minggu pendapatan pasar bisa mencapai ratusan juta rupiah. Paling banyak disumbang dari retribusi parkir.

Dirut Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri Djauhari Luthfi mengatakan, pendapatan yang terus meningkat tidak lepas dari upaya-upaya yang dilakukannya.

“Kami selalu berupaya membuat pasar itu nyaman. Pengunjung yang datang tidak perlu takut becek,” ujar lelaki yang akrab disapa Luthfi itu.

Menurutnya, dengan rasa nyaman ini pengunjung akan senang ketika datang ke pasar tradisional. Juga lebih mudah untuk melakukan transaksi dan pembayaran.

Itu karena mereka merasa fasilitas yang diberikan sesuai dengan nominal yang dibayarkan. Baik untuk parkir maupun menyewa kios, los hingga pelataran.

Baca Juga: Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri Target 4 Pasar Pasang Parkir Digital 

Untuk diketahui, dalam kurun waktu satu minggu pendapatan yang diperoleh Perumda Pasar Joyoboyo dari pasar tradisional dalan rentang puluhan hingga ratusan juta. Bergantung pada jenis pasar, bisa pasar sedang hingga pasar besar.

Perumda Pasar Joyoboyo membawahi sembilan pasar yang ada di Kota Kediri. Yaitu Pasar Grosir, Pasar Setonobetek, Pasar Bandar, Pasar Pahing, Pasar Banjaran, Pasar Mrican, Pasar Bawang, Pasar bandar Ngalim, dan Pasar Hewan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pendapatan tersebut bisa meningkat apabila terdapat event-event besar yang diadakan di pasar tradisional. Itu juga mengingat bahwa penyumbang pendapatan terbesar ada pada parkir kendaraan.

“Kalau pendapatan dari los, kios maupun pelataran itu kecil. Terbesar pemasukan dari parkir,” tandas Luthfi.

Baca Juga: Kebocoran Parkir Tamat! Perumda Joyoboyo Kota Kediri Terapkan Sistem Ticketing Digital

Seperti yang diberitakan, Perumda Pasar Joyoboyo tidak ingin adanya kebocoran pada retribusi parkir pasar tradisional.

Sistem ticketing digital sudah mulai diberlakukan di Pasar Banjaran pada November 2025. Terkait sistem kerjanya, hampir sama dengan sistem parkir Taman Sekartaji atau Taman Ngronggo dan mal di Kota Kediri.

Pada pintu masuk pengunjung bisa menekan tombol hijau hingga keluar tiket parkir. Selain itu, di pintu keluar terdapat pos petugas.

Di sana pengunjung dapat membayar sesuai tarif yang ditetapkan. Yakni Rp 2 ribu untuk sepeda motor, kemudian motor khusus yang membawa obrok Rp 3 ribu. Serta kendaraan mobil dikenakan tarif Rp 5 ribu. 

Pendapatan Parkir, Kios, Los, dan Pelataran Pasar Tradisional Seminggu :

Pasar Grosir Ngronggo                       : Rp 150 juta

Pasar Setonobetek                              : Rp 70 sampai Rp 100 juta

Pasar Pahing                                      : Rp 30 sampai Rp 40 juta

Pasar Bandar                                     : RP 35 sampai Rp 40 juta

Pasar Banjaran                                   : Rp 25 juta

Pasar Mrican                                     : Rp 10 juta

Pasar Bawang                                    : Rp 10 juta

Pasar Bandar Ngalim                          : Rp 1 juta

Pasar Hewan                                      : Rp 3 juta (momentum pasaran)

Editor : Andhika Attar Anindita
#setonobetek #Perumda Pasar Joyoboyo #pasar grosir ngronggo #pasar tradisional #kota kediri