Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bandara Dhoho Beroperasi, PBB Masih Adem Ayem

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 28 Januari 2026 | 05:12 WIB

 

Pesawat Super Air Jet yang sedang landing di Bandara Dhoho. Beroperasinya Bandara Dhoho belum memengaruhi PBB (Foto Wahyu Adji)
Pesawat Super Air Jet yang sedang landing di Bandara Dhoho. Beroperasinya Bandara Dhoho belum memengaruhi PBB (Foto Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri– Beroperasinya Bandara Internasional Dhoho Kediri belum memberikan dampak besar terhadap kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayah sekitar.

Potensi kenaikan PBB bersifat reflektif dan terbatas.

Pengamat Ekonomi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, Subagyo menjelaskan, dampak kenaikan PBB tidak akan dirasakan merata.

Ia mengatakan, hanya lahan di zona tertentu yang berpotensi mengalami kenaikan.

Terutama yang mengalami perubahan fungsi dari nonkomersial menjadi komersial dan berlokasi sangat dekat dengan area bandara.

Baca Juga: Bisnis Kargo Bandara Dhoho Kediri Melesat, Peluang Baru Logistik Jawa Timur

“Kalau pun naik diperkirakan tidak terlalu tinggi. Pemanfaatan bandara saat ini dinilai belum optimal dan belum memberikan efek ekonomi secara luas,” jelas Subagyo. 

Ia menggarisbawahi, operasional bandara saat ini masih sangat terbatas.

Frekuensi penerbangan yang hanya dua hingga tiga kali dalam sepekan, ditambah belum adanya layanan rute internasional, dinilai belum cukup kuat untuk mendorong nilai ekonomi kawasan.

“Kondisi tersebut membuat dampak terhadap PBB masih minim,” ujarnya.

Menurut Subagyo, untuk kawasan pemukiman umum, lahan pertanian, dan tanah kosong, belum ada dasar yang kuat untuk menaikkan PBB secara signifikan.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem Penjual dan Affiliate Creator di Era Discovery E-commerce, Tokopedia dan TikTok Shop Hadirkan Indonesia Summit 2026

Kenaikan yang terlalu cepat justru menimbulkan risiko menambah beban masyarakat dan pelaku UMKM, serta berpotensi memicu lonjakan aktivitas ekonomi tanah.

“Kalau menghitung terlalu cepat, risikonya beban masyarakat dan UMKM meningkat. Bisa muncul spekulan tanah lagi, sementara kemanfaatan bandara belum dirasakan masyarakat secara umum,” imbuhnya.

Meski begitu, Subagyo mengakui bahwa pengoperasian kembali bandara berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), meski belum signifikan.

Potensi peningkatan yang lebih nyata baru akan terasa jika bandara sudah ramai dan melayani rute-rute strategis.

Baca Juga: LinkUMKM Jangkau 14,8 Juta Pengusaha, BRI Dorong Penguatan Usaha Berbasis Digital

“Contohnya, jika nanti ada penerbangan umrah reguler, bukan musiman, itu bisa berdampak pada sektor turunan seperti travel umrah, hotel, transportasi, sampai logistik.Kemungkinan di situ PBB bisa naik,” tutupnya. 

Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kediri, Eko Setiyono, mengumumkan bahwa hingga saat ini belum ada kenaikan PBB terkait operasional Bandara Dhoho.

 “Masih tetap. Karena memang dampaknya belum terlalu signifikan,” jelas Eko, merujuk pada operasional bandara yang dimulai kembali sejak 10 November lalu.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kabupaten kediri #pajak bumi dan bangunan #bandara dhoho kediri #pbb #pajak bumi #bandara dhoho #pajak bumi dan bangunan (PBB)