Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pertumbuhan Ekonomi Kota Kediri Hanya 1,86 Persen, Paling Rendah di Wilayah Mataraman

Emilia Susanti • Selasa, 16 Desember 2025 | 07:00 WIB
Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat saat melakukan pemaparan kondisi ekonomi terkini di depan awak media pada Senin (15/12/2025).
Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat saat melakukan pemaparan kondisi ekonomi terkini di depan awak media pada Senin (15/12/2025).

KOTA, JP Radar Kediri– Kota Kediri punya pekerjaan rumah (PR) besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Kota Tahu ini mencatatkan pertumbuhan paling kecil dibanding daerah lain di wilayah mataraman. Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI) Kediri, pertumbuhan di Kota Kediri hanya sebesar 1,86 persen.

Kepala Perwakilan (KPw) BI Kediri Yayat Cadarajat mengatakan, Kota Kediri selama ini masih bergantung pada industri pengolahan. Dalam hal ini adalah PT Gudang Garam Tbk. Oleh karenanya, saat bisnis dari perusahaan rokok tersebut terguncang maka memengaruhi produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Kediri.

“Kinerjanya PT Gudang Garam Tbk di tahun kemarin dan tahun ini kan masih belum terlalu baik ya. Tahun lalu penurunan keuntungannya cukup besar, jadi itu salah satunya yang mendorong belum terlalu baik,” ujar pria yang akrab disapa Yayat itu.

Seperti yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, sektor industri pengolahan memang memiliki kontribusi besar dalam struktur PDRB di Kota Kediri. Berdasar data 2024, industri pengolahan memiliki share sebesar 79,64 persen terhadap PDRB. Sehingga, ketika bisnis industri pengolahan, dalam hal ini PT Gudang Garam Tbk., maka akan berdampak langsung terhadap PDRB Kota Kediri.

“Basis perhitungan PDRB sebetulnya wilayah, area, karena pusatnya di sini (Kota Kediri, Red) otomatis laporan keuangan PT Gudang Garam Tbk langsung menjadi bagian dari perekonomian Kediri,” jelas Yayat kepada awak media.

Oleh karenanya, Yayat berpendapat bahwa Kota Kediri perlu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari sektor yang lain. Ada beberapa hal yang bisa menjadi daya ungkit perekonomian di Kota Kediri. Salah satunya adalah dengan menggenjot event olahraga tingkat nasional. Sebuah event yang mampu membawa orang mendatangi Kota Kediri ini.

“Kota Kediri kan sudah sering mengadakan event olahraga nasional. Misalnya Proliga ada, basket ada, bola ada Persik Kediri. Dan ada potensi-potensi lain misalnya kejuaraan karate nasional, catur, lari,” bebernya.

Dengan kata lain, Yayat menilai Kota Kediri mampu menjadi penyelenggara event olahraga tingkat nasional. Dia pun melihat hal tersebut sebagai peluang besar untuk menutup sedikit ketergantungan terhadap industri pengolahan. Bukan tanpa sebab. Pasalnya, setiap kegiatan olahraga tersebut akan membawa multiplier effect tersendiri.

“Pernah lihat event olahraga push bike, itu yang hadir 600 anak, kalau ditambah dua orang tuanya saja, yang datang ke Kediri itu udah 600 kali tiga (1.800 orang, Red). Nginepnya ya di penginapan-penginapan. Artinya hanya push bike aja, itu bisa mendatangkan ratusan orang,” ujarnya.

Oleh karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri perlu serius dalam penyelenggaraan event olahraga. Di sisi lain, belum semua daerah lain mampu menyelenggarakan event olahraga tingkat nasional.

“Celahnya saya lihat itu. Kota Kediri siap menjadi penyelenggara event olahraga nasional. Itu salah satu yang menurut saya prospektif. Tapi ya itu fasilitasnya harus mendukung,” ingatnya

Data Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Kerja BI Kediri Semester I 2025 (yoy)

Kabupaten Pacitan           6,84 persen

Kabupaten Ngawi             6,38 persen

Kota Madiun                    6,11 persen

Kabupaten Trenggalek      5,91 persen

Kabupaten Madiun            5,80 persen

Kabupaten Ponorogo         5,29 persen

Kabupaten Tulungagung    5,22 persen

Kabupaten Kediri              5,10 persen

Kabupaten Nganjuk           5,01 persen

Kabupaten Magetan           4,87 persen

Kota Blitar                         4,75 persen

Kabupaten Blitar                4,65 persen

Kota Kediri                        1,86 persen

Editor : rekian
#BI Kediri #pertumbuhan ekonomi #industri pengolahan #PDRB Kota Kediri #mataraman