JP Radar Kediri-Kinerja giling Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo tahun ini patut diapresiasi. Hingga kemarin, PG di wilayah selatan Kediri ini berhasil menggiling 10 juta kuintal tebu petani. Jumlah yang sama terakhir kali bisa dicapai pada 2015 silam.
General Manager PG Ngadiredjo Wayan Mei Purwono mengatakan, di hari giling ke 176 musim giling tahun ini kemarin pihaknya berhasil menggiling tebu sebanyak 10 juta kuintal. "Alhamdulillah tinta emas ini kembali kami ukir dengan menggiling tebu sebanyak 10 juta kuintal," kata pria yang akrab disapa Wayan itu.
Targetkan Bisa Capai 11 Juta Kuintal di Penutupan November
Wayan menyebut jumlah tebu yang digiling itu masih belum final. Sebab, PG Ngadiredjo masih akan menggiling tebu hingga 18 November mendatang. "Kami menargetkan sisa hari giling nanti bisa tembus 11 juta kuintal," lanjut Wayan.
Untuk diketahui, jumlah tebu yang digiling dari tahun ke tahun terus meningkat. Dia mencontohkan tahun 2023 lalu hanya bisa menggiling tujuh juta kuintal tebu. Selanjutnya 2024 naik menjadi sembilan juta kuinta.
Capaian giling yang tinggi itu menurutnya berkat kerja sama yang baik dengan semua stakeholder. Terutama petani dan para pedagang gula serta tetes.
Dengan tingginya serapan tebu untuk digiling, Wayan berupaya memastikan agar gula yang dihasilkan bisa bagus. Sehingga penjualan petani juga bisa tinggi dan gula tidak menumpuk karena tidak laku.
Menurut Wayan jumlah gula yang diperoleh PG Ngadiredjo sekitar 70 ribu ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 persen di antaranya sudah terjual. “Untuk penjualan agar lancar kami selalu menjaga kualitas produksi sesuai keinginan pembeli dan konsumen,” terangnya.
Manajer Tanaman PG Ngadiredjo Chandra Sukmana menambahkan, PG Ngadiredjo menyerap tebu petani dari berbagai daerah. Seperti Kediri, Blitar, dan Kabupaten Malang. Dengan kapasitas 5,5 ribu ton cane per day (TCD), PG Ngadiredjo akan mampu menggiling tebu 11 juta kuintal hingga akhir giling nanti. “Misi PG Ngadiredjo ingin mendampingi petani sisa tebu semaksimal mungkin, jika PG tutup kasihan petani,” jelasnya.
Dengan hasil yang baik tersebut, Chandra memastikan PG akan memberikan kemudahan pada para petani. Seperti memberi gaji UMR Kediri. Selanjutnya mereka juga akan memberi kemudahan dalam kredit pupuk. “Untuk persiapan 2026 adalah menyiapkan sarana prasarana on farm seperti kredit pupuk, bongkar ratoon 2.900 hektar di PG Ngadiredjo yang disalurkan ke petani binaan,” tandasnya.
Baca Juga: Warga Antusias Ikut Proses Tebu Manten di PG Ngadirejo Kediri
Untuk internal pabrik, mereka juga menyiapkan investasi. Yakni berupa revitalisasi internal pabrik, pelatihan keahlian SDM, dan kebutuhan petani dipenuhi lewat forum kemitraan. “Kami juga membuat program petani agri preneur. Yakni memberdayakan petani generasi muda,” imbuhnya.(*)
Editor : Mahfud