Agustin, pedagang Pasar Setonobetek, Kota Kediri mengatakan, saat ini, harga ayam di tempatnya dibanderol Rp 33 ribu per kilogram. “Masih tinggi,” ujar perempuan yang akrab disapa Tin itu.
Sementara itu, harga telur ayam per kilogram kini tembus Rp 29 ribu. Tingginya harga telur itu masih konsisten hingga saat ini.
Subagyo, Pengamat Ekonomi menyebutkan, kenaikan harga ayam dan telur di Kota Kediri itu disebabkan karena permintaan yang tinggi. Salah satunya yang menyebabkan tingginya harga itu karena adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Memang untuk MBG membutuhkan makanan yang berprotein tinggi. Seperti daging ayam dan telur. Tak heran jika permintaannya juga tinggi,” terang Subagyo, Dosen Ekonomi di UNP.
Untuk menjaga kestabilan harga perlu ada peran dari pemerintah selaku pemangku kebijakan dan masyarakat.
Pemerintah harus berupaya menjaga kestabilan harga dengan memastikan stok tetap aman. Sedangkan masyarakat bisa berperan dengan mencukupi kebutuhan sendiri.
“Misalkan masyarakat bisa beternak ayam sendiri. Sehingga kebutuhan akan daging dan telur bisa tercukupi,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian